cache/resized/9a84fa7c035130d22fadbbf8666b577e.jpg
Medan(MedanPunya) Kapolda Sumatera Utara (Sumut) Irjen Martuani Sormin meminta semua pihak mematuhi ...
cache/resized/2b2c034cf620b2a0f357c14287c0a073.jpg
Washington(MedanPunya) Otoritas Amerika Serikat (AS) resmi mendakwa Presiden Venezuela, Nicolas ...
cache/resized/de63f0d2a22d502cee5872cc2ecad34c.jpg
MedanPunya - Menyusul ponsel orang terkaya dunia, Jeff Bezos, diretas melalui file video yang ...

Pematangsiantar(MedanPunya.Com) Dana dari Kartu Perlindungan Sosial (KPS) di Nagori (Desa) Lestari Indah, Perumnas Batu VI, Kecamatan Siantar, Simalungun, diduga disunat oleh pangulu (kepala desa) setempat.

BS, warga setempat, mengatakan penyunatan dilakukan sebesar Rp 150 ribu untuk 40 orang penerima. "Pangulu itu dipanggilinya warga itu, disuruhnya nyetor ke dia Rp 150 ribu. Itu pasti hari Sabtu kemarin (29/11)," katanya, Rabu (3/12).

Selain itu, kata BS, pencairan dana BLSM di nagori tersebut juga baru dilakukan tahun ini. "Jadi cuma nerima Rp 250 ribu-lah jadinya. Anturannya Rp 400 ribu," katanya. Hal serupa juga dikatakan BG, warga lainnya.

"Udah gitu disuruhnya warga menandatangani surat tidak keberatan. Sebenarnya kami kalau mau dipotongnya Rp 50 ribu gak apa-apa. Tapi ini Rp 150 ribu. Banyak kali dipotongnya," katanya. Warga pun tak berdaya atas pemotongan tersebut. Mereka lebih memilih menerima apa adanya demi keberlanjutan memperoleh bantuan.

"Kami mau keberatan, ya, kayakmana-lah. Kami ini, kan, orang lemah. Protes nanti malah payah. Gak dapat pula nanti tahun depan. Biarlah dipotong asal dapat," kata BG. BG menambahkan, pemotongan serupa juga dilakukan setiap kali dana KPS cair dari Kantor Pos.

"Yang kemarin itu Rp 100 ribu, Rp 100, Rp 100 ribu. Ini kok malah naik lagi jadi Rp 150 ribu," katanya. Sementara itu, Pangulu Lestari Indah Beresman Manullang mengaku melakukan pemotongan untuk dibagikan kepada 60 warga lainnya.

"Gak adanya. Itu saya buat, kan, untuk yang lain yang gak dapat. Niat saya bagusnya. Gak ada saya kantongi sepeserpun itu," ujarnya.

Dari hasil pemotongan itu, aku Beresman, akan dibagikan kepada 60 warga lainnya pada Senin pekan depan. "Paling masing-masing dapat Rp 100 ribu. Tapi kayaknya gak nyampe. Karena ada 4 orang yang gak mau ngasih. Jadi yang terkumpul Rp 5.400.000," ujarnya.

Beresman pun mengakui bahwa apa yang dilakukannya tidak sesuai prosedur. "Bukan gitu. Masalahnya yang seharusnya nerima gak dapat. Yang lebih susah gak dapat. Nangis-nangis mereka sama saya. Makanya itu saya buat dengan upaya saya. Dengan musyawarah juganya," ujarnya.

Beresman pun akan membuktikan bahwa tudingan warganya tidak benar. "Saya berterimakasih-lah kalian sudah mau konfirmsi. Kan enak gini. Senin ini mau kita bagikan. Datanglah hari Senin. Limpul pun gak ada saya pegang," katanya.***trb/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 967 kali