cache/resized/89223fafb7193a09af541cb2610486b2.jpg
Jakarta(MedanPunya) Presiden Joko Widodo menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2020 ...
cache/resized/9e51edb2fb71b473d38ba9a7a712fc12.jpg
Washington(MedanPunya) Pemerintah Amerika Serikat tengah menyelidiki intensif apakah virus Corona ...
cache/resized/9a84fa7c035130d22fadbbf8666b577e.jpg
Medan(MedanPunya) Kapolda Sumatera Utara (Sumut) Irjen Martuani Sormin meminta semua pihak mematuhi ...

Pematangsiantar(MedanPunya.Com) Pascapemberhentian Kurikulum 2013 oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Anies Baswedan, berbagai polemik pun muncul. Di Pematangsiantar, hingga kini, surat edaran dari menteri untuk tak lagi menerapkan kurikulum tersebut dan kembali ke Kurikulum 2006, belum juga tiba.

Kondisi ini membuat sekolah-sekolah bingung.

"Ke sekolah belum ada surat yang dikirim. Biasanya dari Menteri memberi ke Dinas, lalu Dinas ngasih ke kita. Kita gak bisa hanya baca berita langsung menerapkan. Kita pun gak tahu perkembangannya ini," ujar Helmi, Kepala SMA Negeri 4 Pematangsiantar, Selasa (9/12).

Helmi mengatakan, beberapa guru pendamping kurikulum di sekolahnya mulai tak hadir lagi. Padahal, mereka sendiri masih menggunakan Kurikulum 2013 karena belum ada surat edaran yang masuk.

"Saya kaget juga dengar berita itu. Kita sudah mulai menjalankan itu, jadi susah kita mau mengembalikan lagi. Sudah mau final. Kami pun udah dilatih. Bahkan ada beberapa guru pendamping. Tapi ini gara-gara ini udah mulai gak datang lagi guru pendamping itu. Tapi, ya, tetap kita jalankan. Udah keluar anggaran kan. Guru-guru pun udah resah-resah. Jadi kaget kita. Tapi, ya, kita harus siap menghadapi itu. Tapi kami bingung juga mau memakai yang mana. Kita padahal udah mau bagi rapor. Buku induknya pun udah kita beli," katanya.

Helmi mengakui bahwa Kurikulum 2013 baik. Namun, masih banyak sisi yang perlu dibenahi.

"Saya sulit menjawab itu. Dalam satu sisi, penerapan Kurikulum 2013 masih banyak yang perlu dibenahi. Merepotkan bagi guru-guru. Dari pemerintah juga belum ada konsep yang pas. Soal baiknya, kita lihat itu baik. Pendidikan karakter itu baik," ujarnya.

Helmi berharap, surat edaran dari menteri dapat lekas sampai ke sekolahnya.

"Harapan saya, kalaupun memang itu dihentikan, cepatlah itu (surat edaran) nyampe ke sekolah. Biar kami bisa ngambil keputusan. Kalau kayak gini kami mengambang, apa yang mau kami lakukan. Kalau bisa sebelum ujian semester ini selesai udah nyampe. Kalau bisa harus sampe itu sekarang," ujarnya.

Kepala SMA Negeri 6 Pematangsiantar M Akhyar mengatakan pihaknya masih menunggu koordinasi dengan Dinas Pendidikan.

"Di SMA Negeri 6 kita nunggu koordinasi dengan dinas. Kalau buku-buku macamnya gak gitu kali. Tunggu koordinasilah," katanya. Akhyar menyebut Kurikulum 2013 masih banyak kekurangan dalam hal persiapan.

"Kalau kami nengok dari kesulitan, tetap ada kesulitan. Kita siap tempur aja. Memang dari segi tujuan, pendidikan karakter itu baik. Cuma persiapan aja yang kurang," katanya. Kepala SMP Negeri 10 Pematangsiantar Rosmayana Marpaung juga mengatakan hal serupa.

"Kita tunggu suratnya datang. Kami masih seperti biasa. Ujian pun kami ini. Kurikulum 2013 juga masih 5 bulan. Belum kita simpulkan itu baik atau enggak," katanya.***trb/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 1172 kali