cache/resized/89223fafb7193a09af541cb2610486b2.jpg
Jakarta(MedanPunya) Presiden Joko Widodo menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2020 ...
cache/resized/9e51edb2fb71b473d38ba9a7a712fc12.jpg
Washington(MedanPunya) Pemerintah Amerika Serikat tengah menyelidiki intensif apakah virus Corona ...
cache/resized/9a84fa7c035130d22fadbbf8666b577e.jpg
Medan(MedanPunya) Kapolda Sumatera Utara (Sumut) Irjen Martuani Sormin meminta semua pihak mematuhi ...

Pematangsiantar(MedanPunya.Com) Prof Dr Marihot Manullang, rektor terpilih Universitas Simalungun (USI) versi Dewan Pembina, dilantik di Gedung Auditorium Radjamin Purba USI, Selasa (9/12).

Pelantikan dilakukan oleh Ketua Pengurus Yayasan USI Salmon Sinaga. "Bahwa saya akan bekerja dengan jujur, tertib, cermat, dan bersemangat, untuk kepentingan Universitas Simalungun...," begitu bunyi salah satu sumpah rektor.

Tak banyak yang hadir dalam pelantikan tersebut. Bangku-bangku hadirin nampak banyak yang kosong.

Salmon Sinaga mengatakan, proses pelantikan hari ini tidak terlepas dari perdamaian yang dilakukan oleh MHN.

"Seperti kita ketahui, selama dua tahun terakhir, telah terjadi kemelut di dalam universitas kita. Puji syukur, dalam mengatasi kemelut itu, MHN yang dipimpin Cosmas Batubara dan Bungaran Saragih, telah berhasil menyelesaikan kemelut," katanya.

Ketua Kopertis Wilayah I Dian Armanto, juga hadir dalam pelantikan tersebut.

"Saya mendukung siapapun yang mau menjadi rektor.  Saya bilang sama Pak Marlan, bapak diangkat untuk memilih rektor. Jangan dikasih lagi sama orang lain. Nanti ribut lagi. Saya bilang, kalau dananya kurang, saya bilang minta sama Pak Salmon. Karena gajinya tiga kali lipat," katanya.

Dian menegaskan, tetap akan menindak pihak-pihak yang tidak taat aturan. Ia pun mengaku sempat diancam saat akan menghadiri pelantikan.

"Tugas saya, siapa yang tidak sesuai prosedur, kita lawan. Seperti UISU, gak takut saya. Yang besar-besar, ancaman banyak. Saya sempat gak dikasih datang ke Siantar, tapi saya orang Simalungun. Saya gak takut saya, saya tetap datang. Ini sejarah. Hanya dalam dua tahun. Kalau tidak, kalau sampai tujuh tahun ini gak selesai, USI ini akan mati. Saya yang akan mematikan ini duluan," katanya.

"Kita sebagai Kopertis, hanya bisa mengawasi, membina. Seandainya dikasih wewenang mengeksekusi, saya mau. Namun, Kopertis tidak bisa. Sehingga disebut Kopertis tidak ada apa-apanya. Kita hanya membina. Kalau tidak bisa dibina kita binasakan," katanya.***trb/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 1293 kali