cache/resized/89223fafb7193a09af541cb2610486b2.jpg
Jakarta(MedanPunya) Presiden Joko Widodo menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2020 ...
cache/resized/9e51edb2fb71b473d38ba9a7a712fc12.jpg
Washington(MedanPunya) Pemerintah Amerika Serikat tengah menyelidiki intensif apakah virus Corona ...
cache/resized/9a84fa7c035130d22fadbbf8666b577e.jpg
Medan(MedanPunya) Kapolda Sumatera Utara (Sumut) Irjen Martuani Sormin meminta semua pihak mematuhi ...

Medan(MedanPunya.Com) Sejumlah 274 kabupaten/kota di Indonesia berada di wilayah rawan bencana longsor. Akibatnya, 40,9 juta jiwa dari total penduduk Indonesia yang tersebar di wilayah tersebut juga terancam.

"Terdapat 40,9 juta jiwa atau 17,2 persen dari penduduk Indonesia terpapar oleh bahaya longsor sedang-tinggi berada di wilayah itu," ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho.

Daerah rawan longsor tersebar di sepanjang Bukit Barisan di Sumatera, Jawa bagian tengah dan selatan, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku dan Papua.

"Semua terpapar dari longsor pada saat musim penghujan," tambahnya.

Sementara kemampuan warga untuk menghindar dari bahaya longsor sangat minim. Pasalnya, mereka tinggal di daerah dengan infrastruktur terbatas. "Sehingga saat terjadi longsor, evakuasi terkendala medan," sambung Sutopo.

Untuk diketahui, bencana longsor selama sepuluh tahun terakhir banyak terjadi pada bulan Januari, Februari dan Maret di wilayah di wilayah Wonogori, Bogor dan Wonosobo. Di Banjarnegar sendiri terjadi sebanyak 22 kali artinya rata-rata setahun terjadi 2-3 kali longsor. Peningkatan kejadian mulai tampak pada Oktober lantaran dipengaruhi musim penghujan.***wsp/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 1187 kali