cache/resized/89223fafb7193a09af541cb2610486b2.jpg
Jakarta(MedanPunya) Presiden Joko Widodo menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2020 ...
cache/resized/9e51edb2fb71b473d38ba9a7a712fc12.jpg
Washington(MedanPunya) Pemerintah Amerika Serikat tengah menyelidiki intensif apakah virus Corona ...
cache/resized/9a84fa7c035130d22fadbbf8666b577e.jpg
Medan(MedanPunya) Kapolda Sumatera Utara (Sumut) Irjen Martuani Sormin meminta semua pihak mematuhi ...

Medan(MedanPunya.Com) Kondisi jalan yang menuju Paluh Merbau, Desa Tanjung Rejo, Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, sekarang ini rusak berat. Dan sepanjang jalan tersebut banyak lubang-lubang besar yang sangat dalam.

Jika hal jalan tersebut dibiarkan tanpa ada perbaikan dari Pemkab Deli Serdang kemukinan besar  jalan itu tidak bisa dilalui lagi. Apalagi jalan itu merupakan akses jalan satu-satunya sebagai jalan keluar masuknya warga Paluh Merbau yang sebanyak 1000 KK dalam melakukan kegiatan ekonominya setiap hari.

Warga Paluh Merbau sangat kesulitan melalui jalan-jalan seperti kubangan kerbau yang licin, apalagi dimusim penghujan saat ini. Karena lubang-lubang besar yang menghiasi jalan tertutup oleh air sehingga warga yang mengenderai kenderaan roda dua harus berhati-hati melalui jalan itu.

Apalagi, rata-rata warga Paluh Merbau petani, bila membawa beban berat hasil tani mereka yang akan di jual kelaur daerah itu harus lebih waspada dikarnakan kondisi jalan yang kurang baik.

Menurut Kades Tanjung Rejo, Selamat, dengan kondisi jalan saat ini yang seperti kubangan kerbau ini sangat menghambat kegiatan warga membawa hasil taninya untuk dijual ke daerah lain. Paluh Merbau merupakan daerah pesisir yang dikelilinggi oleh lautan, membuat warga menjadi kewalahan, sebab  jalan tersebut merupakan jalan vital bagi warga sebagai jalan keluar masuk mereka maupun warga lain yang ada kepentingan ke daerah itu.

Sementara sebagai Kades, Selamat sudah membuat surat permohonan kepada Pemkab Deli Serdang untuk perbaikan ataupun pengerasan jalan. Kalau hal ini tidak dilakukan, warga akan semakin marah besar, karena jalan yang digunakan warga setiap harinya merupakan jalan satu-satunya bagi mereka.

“Sekitar Tahun 2013, jalan itu sudah pernah dilakukan pengerasan oleh Pemkab Deli dan swadaya masyarakat.  Namun hal itu tidak bisa bertahan lama karena struktur tanah yang lembek ditambah pembangunan penahan bahu jalan (Lening-red) setengah jalan tidak sampai ke ujung jalan atau Dusun I, oleh sebab itu jalan disana sering hancur akibat pengikisan saluran air sepanjang jalan itu, ” jelas Selamat.

Manurut Selamat, warga mengharapkan Pemkab Deli Serdang untuk segera memperbaiki jalan yang menuju Paluh Merbau yang sekarang ini sudah rusak berat dan berlubang-lubang. Karena jalan itu merupakan fasilitas penting  sekali bagi warga setempat guna menunjang kegiatan ekonomi mereka.

" Sementara wacana pemerintah akan menjadikan Paluh Merbau sebagai wisata alam dan tempat pemancingan yang besar kata Selamat tidak akan tercapai bila infrastruktur jalan menuju ke daerah tersebut harus diperbaiki terlebih dahulu, karena merupakan akses penting mendukung Paluh Merbau akan dijadikan wisata alam," ungkapnya.

Paluh Merbau yang terletak di Desa Tanjung Rejo, Kecamatan  Percut Seituan  tersebut lanjut Selamat, merupakan salah satu lokasi strategis untuk dijadikan kawasan objek wisata alam dengan areal sekitar 3400 hektare yang dikelilingi oleh hutan-hutan mangrup dan sungai atau paluh besar yang berbatasan langsung dengan lautan India.

“Bila Paluh Merbau ini benar benar ditata mulai dari infrastruktur jalan kemukinan besar Paluh Merbau akan menjadi wisata alam yang besar di daerah ini. Jadi peran semua elemen sangat diharapkan baik itu dari Pemprovsu, Pemkab Deli Serdang maupun pemerintah setempat, dipastikan kawasan wisata alam Paluh Merbau ini akan menjadi salah satu objek wisata paling indah dan alami yang mampu menghasilkan,” tuturnya.***wsp/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 2369 kali