cache/resized/89223fafb7193a09af541cb2610486b2.jpg
Jakarta(MedanPunya) Presiden Joko Widodo menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2020 ...
cache/resized/9e51edb2fb71b473d38ba9a7a712fc12.jpg
Washington(MedanPunya) Pemerintah Amerika Serikat tengah menyelidiki intensif apakah virus Corona ...
cache/resized/9a84fa7c035130d22fadbbf8666b577e.jpg
Medan(MedanPunya) Kapolda Sumatera Utara (Sumut) Irjen Martuani Sormin meminta semua pihak mematuhi ...

Pematangsiantar(MedanPunya.Com) Wakil Wali Kota Pematangsiantar Koni Ismail Siregar tanpa sungkan mengakui dirinya mengemis-ngemis karena sakin sedikitnya uang yang ia dapatkan selama ini.

"Akhirnya apa, aku jadi ke SKPD-SKPD. Termasuklah aku wakil wali kota yang pengemis. Minta-minta aku sama SKPD. Yang miskin. Memang benar. Demi Allah. Jangan dizolimi aku," katanya, Selasa (16/12).

Koni pun siap bertumpah darah dengan Hulman.

"Pertumpahan darahpun siap aku sama si Hulman. Kalau gak dia yang mati, aku yang mati," katanya.

Lalu, kenapa baru sekarang di penghujung masa jabatan bapak mengungkapkan ini? Apakah ini manuver politik?

"Tidak ada sama sekali. Itu karena penzaliman, penzaliman, penzaliman, yang terus menerus, makanya saya kayak gini," katanya.

"Selain itu juga karena DL Sitorus udah menagih. Udah mendesak. Aku sudah disuruh membayar. Kalau gak tanah itu diambil. DL kan menagih karena masa jabatanku kan udah mau habis. Kapan lagi mau bayar. Itunya. Karena udah ada desakan dari DL Sitorus supaya melunasi itu. Makanya kudesak si Hulman membayar itu. Karena apa? Karena aku selama ini tak pernah dapat bagian," katanya.

Koni pun mengungkapkan kenapa ia selama ini dianggap pelit.

"Makanya kalau dibilang orang aku pelit, apa yang mau kukasih. Biarlah aku dibilang orang pelit, aku dibilang dakiku pun gak mau ngasih. Demi Allah SWT. Sepersen pun aku gak ada uang. Gak ada terima aku di luar hak-hak itu. Sementara tanah mertuaku di sana udah mau disita."

Dengan selembar kertas yang ia tulis, Koni menyatakan bahwa ia terzalimi, tertindas, difitnah, didiskreditkan, dituduh, dibunuh karakternya, dan dianiaya.

"Ini saya tulis bulan Agustus 2012. Tengah malam saya tulis ini. Saya pendam ini selama ini. Nangis saya menuliskan ini," katanya sambil menunjukkan tulisan semacam diary.***trb/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 1209 kali