cache/resized/89223fafb7193a09af541cb2610486b2.jpg
Jakarta(MedanPunya) Presiden Joko Widodo menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2020 ...
cache/resized/9e51edb2fb71b473d38ba9a7a712fc12.jpg
Washington(MedanPunya) Pemerintah Amerika Serikat tengah menyelidiki intensif apakah virus Corona ...
cache/resized/9a84fa7c035130d22fadbbf8666b577e.jpg
Medan(MedanPunya) Kapolda Sumatera Utara (Sumut) Irjen Martuani Sormin meminta semua pihak mematuhi ...

Simalungun(MedanPunya.Com) Fajar Arpandy (21), TKI asal Desa Rambungmerah, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun, yang bekerja sebagai buruh baja ringan di PT Serikat Construction Labour Exchange Center, Penang, Malaysia, dikabarkan tewas hari Rabu sore (17/12) sekitar pukul 17.00 waktu Malaysia.

Informasi tersebut diketahui dari keluarga duka yang ditemui di Jalan Bangun Anyer, Desa Rambungmerah, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun, Kamis (18/12). Menurut keluarga, Fajar baru berangkat ke Malaysia pada bulan Juli lalu atau seminggu seusai Lebaran. Fajar dikabarkan tewas diduga akibat terkena sengatan setrum listrik bertegangan tinggi.

"Belum tahu pasti karena apa. Katanya dibilang kesetrum. Tapi gak tahu lah di sana. Dia, kan, ngebor, mungkin ada tegangan tinggi di sana," kata Ayah Fajar, Susilo.

Susilo menuturkan, ia dan istrinya mendengar kabar tersebut dari salah seorang teman sekampung Fajar yang juga bekerja di Malaysia, Wian. Wian menghubungi Adi, teman Fajar yang berada di kampung, yang kemudian menyerahkan ponselnya kepada keluarga Fajar.

"Si Wian nelpon si Adi, terus si Adi ngasih teleponnya ke saya," kata Susilo.

Hingga kini, jenazah Fajar belum tiba di kampung halaman. "Kata kawannya itu pas itu KBRI yang di Malaysia udah tutup. Katanya paling cepat tiga hari baru nyampe," kata Susilo.

Susilo mengatakan, putra sulungnya itu merantau bersama delapan teman sekampung, diajak oleh tetangganya yang tinggal di Malaysia.

"Sembilan orang mereka berangkat, termasuk anak saya. Diajak sama tetangga saya yang tinggal di Malaysia. Katanya sih resmi," ujarnya.***trb/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 1136 kali