cache/resized/89223fafb7193a09af541cb2610486b2.jpg
Jakarta(MedanPunya) Presiden Joko Widodo menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2020 ...
cache/resized/9e51edb2fb71b473d38ba9a7a712fc12.jpg
Washington(MedanPunya) Pemerintah Amerika Serikat tengah menyelidiki intensif apakah virus Corona ...
cache/resized/9a84fa7c035130d22fadbbf8666b577e.jpg
Medan(MedanPunya) Kapolda Sumatera Utara (Sumut) Irjen Martuani Sormin meminta semua pihak mematuhi ...

Kabanjahe(MedanPunya.Com) Tentara Nasional Indonesia (TNI) menyiagakan 600 personel aparat keamanan jelang dan saat perayaan hari raya Natal di Sinabung, Kabupaten Karo, Sumatera Utara.

Hal tersebut disampaikan oleh Dandim Karo Letnan Kolonel Asep Sukarna, Rabu (24/12).

"Personel pasukan pengamanan kami seluruhnya yang berjaga 600 orang diturunkan pada Desember ini," kata dia.

Asep juga mengatakan penjagaan terutama difokuskan pada titik zona merah di Sinabung, termasuk tujuh desa rawan bencana letusan, serta pos-pos pengungsian yang ada di sekitar Sinabung.

Sejauh ini, kata Asep, sebanyak 2.443 warga Sinabung mengungsi di 7 titik pengungsian di sekitar Sinabung, yakni Jambur Sempakata, GBKP Klasik, GBKP Kota, Jambur Desa Payung, Jambur Taras du Berastagi, Masjid Agung,  dan PPWG Kabanjahe.

Untuk hari Natal nanti, Asep mengatakan pengungsi Sinabung akan merayakan di titik pengungsian, terutama posko utama di Pendopo Bupati Karo.

"Akan ada perayaan Natal bersama pemda dan para relawan di sana," kata dia.

Asep mengatakan persiapan perayaan Natal di pengungsian Sinabung telah dimulai sejak awal Desember ini. Relawan berdatangan dari Medan, Sumatera Utara hingga luar kota lainnya untuk memberikan beberapa layanan seperti pemeriksaan kesehatan massal gratis, bakti sosial serta pemberian pakaian bekas.

"Acara di Sinabung untuk perayaan Natal sudah ramai dari awal Desember ini dan akan selesai hingga tanggal 31 Desember nanti," kata dia.  

Ditanya mengenai kemungkinan beberapa pengungsi untuk merayakan Natal di daerah atau desa asalnya, Asep mengatakan pemerintah daerah sudah memberikan larangan tentang hal tersebut.

"Sudah ada imbauan warga untuk tidak merayakan Natal di desa asal mereka mengingat status Sinabung masih siaga dan fluktuatif," kata dia menjelaskan.

Lebih jauh lagi, Asep mengatakan akan ada personel pengamanan yang berjaga-jaga di desa yang dinyatakan pemerintah tertutup bagi warga.  

Sementara itu, Armin Putra selaku Koordinator Pos Pemantauan Gunung Berapi Sinabung mengatakan ada tujuh desa yang dinyatakan tertutup untuk warga karena rentan terkena erupsi Gunung Berapi.

"Desa tersebut antara lain Desa Simacem, Desa Bekerah dan Desa Sukameriah, Desa Guru Kinayan, Desa Tonggal dan Desa Berastepu, di Jamber Desa Tongkoh, “ kata dia.

Sementara itu, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan pengungsi masih akan merayakan Natal di pos pengungsian lantara unit rumah yang sedang dibangun pemerintah baru akan selesai akhir Desember ini.

"Target 50 hunian tetap selesai hingga akhir tahun 2014. Saat ini pembangunan jalan menuju lahan relokasi juga sudah hampir selesai di tahap pertama, " kata dia.***cnn/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 1027 kali