cache/resized/89223fafb7193a09af541cb2610486b2.jpg
Jakarta(MedanPunya) Presiden Joko Widodo menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2020 ...
cache/resized/9e51edb2fb71b473d38ba9a7a712fc12.jpg
Washington(MedanPunya) Pemerintah Amerika Serikat tengah menyelidiki intensif apakah virus Corona ...
cache/resized/9a84fa7c035130d22fadbbf8666b577e.jpg
Medan(MedanPunya) Kapolda Sumatera Utara (Sumut) Irjen Martuani Sormin meminta semua pihak mematuhi ...

Medan (MedanPunya.Com) Sebagian besar Kejaksaan Negeri (Kejari) di daerah Sumatera Utara (Sumut)  belum mampu menangani kasus korupsi. Hanya sebagian kecil yang produktif mengusut kasus kejahatan luar biasa itu. Hal tersebut diungkapkan  Kepala Kejaksaaan Tinggi Sumatera Utara (Kajati Sumut), M Yusni, Rabu (24/12).

"Saya tidak tahu apa kendala mereka (Kejari dan Cabjari), karena malas saja itu. Pasti ada kasus korupsi di daerahnya tapi tidak laporan penanganan," sebut  M Yusni.

Kondisi ini dinilai sangat memprihatinkan sebab setiap Kejari dan Cabjari di Sumut diberi target menangani minimal 1 kasus korupsi di wilayah kerjanya. "Padahal anggaran penyelidikan ada. Saya akan cabut dana itu dan memberikan teguran," tuturnya.

Berdasarkan data di Kejati Sumut, Kejari yang nihil penanganan kasus korupsi selama 2014 yakni Kejari Lubuk Pakam, Kejari Pematang Siantar, Kejari Siantar, Kejari Rantau Parapat, Kejari Tanjung Balai, Kejari Tarutung, Kejari Sidikalang, Kejari Panyabungan, Kejari Gunung Sitoli.

Lalu, Kejari Sei Rampah, Kejari Dolok Sanggul, Kejari Pangururan dan Kejari Gunung Tua. Kemudian, Cabang Kejari Lubuk Pakam di Labuhan Deli, Cabang Kejari Rantau Parapat di Kota Pinang, Cabang Kejari Kabanjahe di Tiga Binaga, Cabang  Kejari Tarutung di Siborongborong dan Cabang Kejari Padangsidimpuan di Sipirok.

Selanjutnya, Cabang Kejari Padangsidimpuan di Sibuhuan, Cabang Kejari Gunung Sitoli di Pulau Telo, Cabang Kejari Kisaran di Labuhan Ruku, Cabang Kejari Stabat di Pangkalan Brandan, Cabang Kejari Panyabungan di Kota Nopan dan Cabang Kejari Penyabungan di Natal.

"Kami akan lakukan pembinaan kepada mereka agar ke depan bisa menangani kasus korupsi di daerah, jangan semua ditumpuk di Kejati Sumut," sambung Yusni.

Dia merinci, selama 2014 Kejati Sumut bersama jajaran telah menangani 64 kasus tindak pidana korupsi. Sementara  pihak kepolisian menangani 53 kasus. Terdapat Rp13 miliar uang negara yang sudah berhasil diselamatkan.

Yusni menambahkan, ke depan pencegahan korupsi yang juga harus dikedepankan. "Karena tidak cukup hanya penanganan dan penahanan. Kita harus lakukan kerja sama untuk melakukan pencegahan itu," pungkasnya.***wsp/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 1108 kali