cache/resized/e7c744cd89e31cec761eab760e829fec.jpg
Medan(MedanPunya) Gubernur Edy Rahmayadi menegaskan keharusan Apatur Sipil Negara (ASN) Sumatera ...
cache/resized/6039b8c3883e38106b1a3814f7533f80.jpg
Jakarta(MedanPunya)  KPK mengamankan Wali Kota Medan Dzulmi Eldin dalam operasi tangkap tangan ...
cache/resized/f86de64f77ac713dca1ea98db290abda.jpg
Jakarta(MedanPunya) Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati ikut buka suara terkait banyaknya ...

Pematangsiantar(MedanPunya) Polsek Bosar Maligas Polres Simalungun menemukan mayat dalam posisi terikat leher di sebuah rumah di Lingkungan I Pekan Ujung padang Kelurahan Ujung padang Kecamatan Ujung padang Kabupaten Simalungun pada Minggu (16/6) pagi.

Polisi menemukan kejanggalan-kejanggalan mayat yang bernama Edi Syahputra (42) yang terikat dengan tali tambang.

Kapolsek Bosar Maligas AKP Jagani Sijabat mengungkapkan kejanggalan itu seperti posisi tubuh Edi tidak tergantung atau kaki menyentuh lantai, lidah tidak menjulur, sperma dan air seni tidak keluar, simpul tali seperti diikat, tangan dapat menjangkau pegangan sekitar, dan tangan korban menggenggam.

AKP Jagani mengungkapkan korban Edi bersama dengan Juned, Guru, Baby berada di rumah Bambang Sudirman.

Lalu, selang beberapa menit, Bambang pemilik rumah permisi untuk menggembala lembu. Namun, korban Edi mencoba menghalangi karena sedang bersitegang dengan Juned.

"Pemilik rumah permisi kepada korban untuk menggembala lembu namun dicegah korban dengan mengatakan "Jangan pergi dulu kau dek, karena aku dengan juned lagi bertengkar". Akan tetapi pemilik rumah tetap pergi,"ungkap AKP Jagani, Senin (17/6).

AKP Jagani mengungkapkan 30 menit kemudian Sri Rejeki bertemu dengan Juned di Pasar Ujung Padang. Juned mengatakan korban Edi sudah tewas bunuh diri.

"Akan tetapi saksi Sri Rejeki menganggap keterangan Jened gurauan. Kemudian saksi Sri Rejeki melihat warga berdatangan kerumahnya lalu saksi melihat korban posisi sudah tergantung," ujarnya.

Polisi menemukan barang bukti satu utas tali tambang untuk gantung diri dan satu bilah pisau cutter di saku celana.

Adik korban, Bambang Sudirman mengungkapkan bahwa abangnya Edi sedang terlilit masalah terkait barang haram sabu-sabu.

Bambang mengungkapkan Edi pernah mengantarkan sabu sebanyak 1 Kilogram ke Pekanbaru. Namun, pembeli tidak memberikan bayaran penjualan sabu-sabu.

"Setelah sabu sabu sampai ke Pekanbaru, pembeli tidak membayar. Dia cerita sama saya, tapi saya bilang itu masalahmu jangan kau seret aku karena aku punya keluarga," ungkapnya.

Bambang juga mengungkapkan sekitar tanggal 16 Juni 2019 Juned, Guru, dan Beby mendatangi rumah. Mereka bertengkar dengan korban Edi.

"Aku sempat dengar Juned mengatakan 'harus kau selesaikan masalahmu atau apa perlu si Hamdan yang turun menjumpaimu," ungkapnya.

Menurut keterangan Bambang, Hamdan merupakan diduga pemilik sabu yang menetap di Pekanbaru.

Terpisah, Dokter Forensik RSUD Djasamen Saragih Pematangsiantar dr Reinhard Hutahaean belum dapat memastikan bahwa Edi korban murni bunuh diri.

Ia menemukan adanya bentuk kekerasan dengan benda tumpul di bagian wajah dan leher.

"Tanda-tanda kekerasan leher dan wajah. Kalau bunuh diri belum bisa kita putuskan karena masih olah TKP. Bekas kekerasan benda tumpul," pungkasnya.***trb/mpc/bs




  • 0 komentar
  • Baca 102 kali