cache/resized/e7c744cd89e31cec761eab760e829fec.jpg
Medan(MedanPunya) Gubernur Edy Rahmayadi menegaskan keharusan Apatur Sipil Negara (ASN) Sumatera ...
cache/resized/6039b8c3883e38106b1a3814f7533f80.jpg
Jakarta(MedanPunya)  KPK mengamankan Wali Kota Medan Dzulmi Eldin dalam operasi tangkap tangan ...
cache/resized/f86de64f77ac713dca1ea98db290abda.jpg
Jakarta(MedanPunya) Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati ikut buka suara terkait banyaknya ...

Asahan(MedanPunya) Petugas Satpol PP Pemkab Asahan melakukan menertibkan lokasi berjualan para pedagang Pasar Simpang Empat yang berada di Jalan Lintas Asahan-Tanjungbalai, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Asahan pada Selasa (18/6).

Kepala Bidang Penegakkan Peraturan Perundang-undangan Daerah Pol PP Kabupaten Asahan, Indriaty menyebutkan penertiban yang mereka lakukan karena pendirian Pasar Simpang Empat belum memiliki izin usaha dari dinas terkait.

Terlebih lokasi lahan pasar yang kini ditempati oleh puluhan pedagang tersebut merupakan milik perorangan atau swasta. Menurutnya, hal itu bertentangan dengan Perda tentang Pendirian Izin Usaha.

"Kami, Satpol PP Asahan melakukan penertiban lokasi berjualan pedagang menindaklanjuti permintaan Muspika di Kecamatan Simpang Empat," kata Indriaty.

Ia menjelaskan, sebelum melakukan penertiban, Satpol PP sudah terlebih dahulu melakukan sosialisasi sejak Februari 2019 lalu. Dan terakhir pada Senin (17/6) telah memberikan imbauan secara lisan dan tulisan agar pedagang tidak lagi berjualan di lokasi tersebut.

Para pedagang yang saat ini berada di Pasar Simpang Empat, direlokasi ke pasar yang telah memiliki izin dan berada tak jauh dari tempat awal, yaitu Mega Asahan Indah dan STCC.

"Sudah beri imbauan secara tulisan dan lisan hingga surat pemberitahuan sebanyak dua kali. Pedagang sudah dipanggil juga untuk musyawarah. Disepakati mereka diberi kesempatan untuk pindah pada tanggal 13 Juni sampai 16 Juni, dan semalam (Senin) kami turun juga berikan pemberitahuan penertiban hari ini," jelasnya.

Menanggapi penertiban yang dilakukan, Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Simpang Empat, Anggiat Siregar menolak tempat relokasi yang ditawarkan kepada mereka.

Menurut Anggiat, pedagang hanya mau direlokasi ke tempat yang disediakan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asahan, bukan ke lokasi pasar yang dikelola swasta.

"Kami keberatan dengan kebijakan camat dan kades yang mempermasalahkan perizinan. Sudah 20 tahun kami berjualan di sini. Kami nggak mau pindah ke lokasi yang dikelola oleh pihak swasta. Kami hanya mau pindah kalau pemerintah menyediakan tempat. Bukan setelah berdiri pajak baru punya swasta, justru kami dipaksa pindah ke sana," tegas Anggiat.

Sementara, dalam kegiatan penertiban yang dilakukan Satpol PP Pemkab Asahan, petugas membongkar papan kayu yang menutupi saluran drainase, agar pedagang tidak berjualan hingga memakan badan jalan.***trb/mpc/bs



  • 0 komentar
  • Baca 158 kali