cache/resized/e7c744cd89e31cec761eab760e829fec.jpg
Medan(MedanPunya) Gubernur Edy Rahmayadi menegaskan keharusan Apatur Sipil Negara (ASN) Sumatera ...
cache/resized/6039b8c3883e38106b1a3814f7533f80.jpg
Jakarta(MedanPunya)  KPK mengamankan Wali Kota Medan Dzulmi Eldin dalam operasi tangkap tangan ...
cache/resized/f86de64f77ac713dca1ea98db290abda.jpg
Jakarta(MedanPunya) Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati ikut buka suara terkait banyaknya ...

Medan(MedanPunya) Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN-RI) bersama Badan Narkotika Nasional Provinsi Sumatera Utara (BNNP-Sumut) ungkap kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU) oleh tersangka Tarmizi.

Pengungkapan kasus TPPU tersebut berlangsung di Kantor BNNP-Sumut Jalan Balaipom Medan, Jumat (12/7.

BNN-RI belum lama ini menangkap seorang pelaku bernama Tarmizi alias Geng di Gang Riski, Bandar Kalipah, Tembung, Kecamatan Percutseituan, Kabupaten Deliserdang.

Dari hasil penangkapan di wilayah Sumut, petugas mengamankan narkotika yang diselundupkan dalam ban mobil sebanyak 70 bungkus dengan berat 81.862,6 gram.

Tidak hanya itu, petugas juga sita 20 bungkus ekstasi dengan jumlah 102.657 butir.

Modus operandi tetap sama, yaitu diserahterimakan di tengah laut dengan metode kapal ke kapal. Untuk nama-nama tersangka yakni, Adi Putra, Ardiansyah, Fadli, Hanafi, Amirudin, Zul AB, Nazarudin dan Tarmizi.

Penumpang yang turut serta yakni, Sulaeman, M Yusuf Adi Putrama (luka tembak di betis kaki kiri), M Yasin (MD), Sofyan Hidayat dan Roby S.

Dalam penjelasannya, Direktur TPPU BNN RI Brigjen Dachi mengatakan, bahwa TPPU tersebut merupakan hasil pengembangan dari tersangka Tarmizi yang belum lama ini diamankan BNN.

"Tarmizi ini melibatkan keluarganya untuk menjalani transaksi narkoba. Hari ini kami hadirkan para tersangka berikut hasil TPPU yang berhasil kami sita," ujarnya.

Lebih lanjut dijelaskan Brigjen Dachi, dari hasil TPPU, petugas amankan Rp2,5 milyar dari rekening-rekening Tarmizi.

"Uang hasil penjualan sabu ini diputar mereka lagi untuk membeli barang-barang seperti rumah dan mobil. Menurut pengakuan pelaku, jaringan ini sudah melakukan transaksi sebanyak tiga kali. Namun kami tidak percaya karena kami akan ungkap fakta-fakta berapa kali telah melakukan transaksi," jelasnya.

Tarmizi beserta anak laki-laki dan menantunya turut dihadirkan saat pengungkapan TPPU di Kantor BNNP-Sumut.

Ketiga tersangka terlihat menunduk dengan kondisi kedua tangan dalam keadaan diborgol.

Sambung Direktur TPPU BNN-RI, para tersangka ini tinggal di Tanjungbalai Asahan.

"Dari tiga kali pengakuan tersangka, narkoba yang dimasukkan dengan berat puluhan kilo sabu dan ratusan ribu ekstasi. Jaringan ini cukup luas. Bahkan melibatkan masyarakat kecil seperti nelayan. Melibatkan masyarakat bawah," ungkapnya.

Tidak hanya menyita uang tunai Rp 2,5 milyar, petugas juga amankan Toyota Innova BK 1430 HG, Honda Jazz BK 1004 VP, Toyota Innova BK 1144 VI, dua unit Honda CRV BK 1735 KY dan BK 1832 UO, Toyota Avanza dan beberpaa alat komunikasi.

Karo Humas BNN RI Brigjen pol Sulistyo Pudjo mengatakan, dari hasil pengungkapan kasus narkoba dan TPPU tersebut, BNN telah menyelamatkan 3,5 juta jiwa setiap transaksi pelaku.

"Kalau untuk pekerjaan tetap mereka tidak ada. Uang ini kita ambil dari rekening transaksi. Dari pengakuan tersangka uang tersebut merupakan hasil dua kali transaksi dari setahun ini," ujarnya.

Informasi yang dihimpun, adapun lokasi rumah yang diduga TPPU Tarmizi yakni di kawasan Tanjungbalai, Marelan dan Asahan.

"Kita akan terus cari aset-aset ini. Sedangkan mobil ini dibeli antara tahun ini atau tahun kemarin. Mobil ini diletakkan pelaku di rumah anak-anaknya," pungkasnya.***trb/mpc/bs



  • 0 komentar
  • Baca 106 kali