cache/resized/f695b99f0277758dfe81e7b4284ae74e.jpg
Naples(MedanPunya) Dries Mertens tak menahan diri ketika ditanya soal keputusan Maurizio Sarri ...
cache/resized/f95acf087ea3c8aaa4510ffa1381d291.jpg
Pyongyang(MedanPunya) Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un dikabarkan meminta uang kepada ...
cache/resized/a169e5794c5351a617f5fa2480cc01f3.jpg
Beijing(MedanPunya) Citra satelit terbaru menunjukkan aktivitas China yang tengah membuat kapal ...

Medan(MedanPunya) Polda Sumut membongkar praktik penyelundupan atau perdagangan orang ke Malaysia.

Wadir Krimum Polda Sumut AKBP Donald Simanjuntak saat melakukan paparan menceritakan pihaknya mengungkap kasus perdagangan orang ini berdasarkan informasi dari masyarakat bahwa di Kecamatan Teluk Nibung, Kota Tanjungbalai, acap kali terjadi kegiatan penyelundupan manusia.

Mendapat informasi tersebut, katanya, pada Rabu (10/7) personel Subdit IV Renakta DitKrimum Polda Sumut langsung melakukan penyelidikan.

"Di hari itu juga kami dapat informasi akan ada diberangkatkan ke Malaysia beberapa orang calon TKI ilegal tanpa menggunakan paspor," katanya, Jumat (10/7).

Sekitar pukul 23.00 WIB dihari yang sama, personel mengamankan 25 orang warga Negara Indonesia tanpa dilengkapi dokumen resmi seperti paspor akan diberangkatkan ke Malaysia dengan kapal mesin 6 piston yang diduga disewa oleh Amirullah.

"Kami mengamankan Amirullah Abdullah di Terminal Bus KUPJ Jalan Sudirman, Kota Tanjungbalai, yang diduga merupakan agen yang mencari TKI ilegal yang akan dibawa ke Malaysia tanpa paspor," terang Donald.

Dari 25 orang yang diamankan, kata Donald, 19 laki-laki dan 6 orang perempuan. Dimana, 9 orang asal Sumut (4 laki-laki dan 5 perempuan), 2 orang asal Sulawesi (laki-laki), 4 orang asal Aceh (3 laki-laki, dan 1 perempuan), 1 orang asal Riau (laki-laki), dan 9 orang asal Jambi (laki-laki).

Kepada petugas, Amirullah Abdullah mengaku dirinya mengutip perorang untuk diberangkatkan ke Malaysia sebesar Rp 2,2 juta sampai 2,3 juta.

"Itu sudah termasuk uang pemberangkatan dari Sergai ke Malaysia dan uang makan mereka selama perjalanan," kata Donald.

Mantan Kapolres Binjai ini mengaku selain Amirullah Abdullah, ada dua orang lagi yang masih dilakukan pengejaran dan sudah masuk daftar pencarian orang (DPO), yaitu Amir dan Samsul.

Amir ini, sambung Donald, disuruh Samsul (pemilik kapal) untuk mengumpulkan calon TKI dan ongkos per orang dari masing-masing agen.***trb/mpc/bs



  • 0 komentar
  • Baca 46 kali