cache/resized/e7c744cd89e31cec761eab760e829fec.jpg
Medan(MedanPunya) Gubernur Edy Rahmayadi menegaskan keharusan Apatur Sipil Negara (ASN) Sumatera ...
cache/resized/6039b8c3883e38106b1a3814f7533f80.jpg
Jakarta(MedanPunya)  KPK mengamankan Wali Kota Medan Dzulmi Eldin dalam operasi tangkap tangan ...
cache/resized/f86de64f77ac713dca1ea98db290abda.jpg
Jakarta(MedanPunya) Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati ikut buka suara terkait banyaknya ...

Binjai(MedanPunya) Kadis Pendidikan Binjai Sri Ulina Ginting mengatakan, beberapa SMP di Binjai kekurangan pendaftar pada Penerimaan Peserta Didik Baru 2019.

Informasi ini dikatakannya saat memantau hasil PPDB di SMP Negeri 5 di Limau Sundai, Jumat (12/7).

Ia mengatakan, SMP Negeri 5 masih kekurangan sekitar 74 murid sehingga saat ini hanya empat kelas terisi dari tujuh kelas yang tersedia.

Selain itu, kondisi serupa juga terjadi di  SMP Negeri 8 dan SMP Negeri 10.

"Ada tiga SMP lagi yang belum penuh jatah muridnya, di mana setiap kelas diisi 32 murid. Seperti di SMP Negeri 5 Negeri ini ada tiga kelas kelas lagi belum penuh," katanya.

"15 sekolah di Binjai, kebanyakan sudah terpenuhi dengan masing-masing jumlah kelas yang berbeda. Yang kekurangan adalah SMP 8, di barat SMP 5 dan SMP 10. Tapi ini masih terbuka untuk pendaftaran ulang sampai besok," jelasnya.

Kepsek SMPN 5 Abdul Haris mengatakan, sistem zonasi menjadi penyebab kurangnya peminat. Selain itu akses transportasi bagi calon murid ke sekolah juga menjadi masalah. Menurutnya, lokasi sekolah yang berada di tengah pemukiman warga, sedikit jauh dari jalan raya menjadi salah satu faktor belum penuhnya jatah kuota.

"Karena sistem zonasi banyak yang lebih milih ke SMPN 2 yang bersebelahan dengan SMPN 5 ini, SMP Negeri 2 dilalui bus Trans Binjai. Makanya nanti kami koordinasi dengan Dishub, kalau bisa Trans Binjai bisa masuk ke mari biar mudah murid sampai ke SMP Negeri 5 ini," katanya.

"Jadi di kami yang punya tujuh kelas, masih bisa mendaftarkan anaknya sampai besok. SMPN 5 masih terbuka untuk jatah 74 murid lagi," katanya.

Informasi dari Kadis Pendidikan, dari 15 sekolah yang didatangi sudah didapat data murid baru dari tiap sekolah. Di SMPN 1, SMPN 2, SMPN 3 terdapat 11 kelas dikali 32 siswa per kelas, masing-masing 352 siswa.

Di SMPN ada tujuh kelas sudah terisi 224 siswa, SMPN 5 ada tujuh kelas sudah terisi penuh 224 siswa, SMPN 5 ada tujuh kelas belum penuh, SMPN 6 dan SMPN 7ada sembilan kelas sudah terisi 288 siswa, SMPN 8 ada 9 kelas belum penuh.

Di SMPN 9 ada delapan kelas sudah penuh disiisi 256 siswa, SMPN 10 ada 9 kelas belum terisi penuh, SMPN 11 ada tujuh kelas sudah terisi penuh 224 siswa, SMPN 12 ada enam kelas terisi penuh 192 siswa, SMPN 13 dan 14 ada empat kelas terisi penuh 128 siswa, SMP 14 empat kelas terisi, dan terakhir SMP Negeri Islam Terpadu dengan tiga kelas terisi penuh 96 siswa.***trb/mpc/bs



  • 0 komentar
  • Baca 108 kali