cache/resized/03ae02c03a497507a5cc772e7d2ad074.jpg
Jakarta(MedanPunya) Mahkamah Agung (MA) menyunat hukuman mantan Menteri Sosial Idrus Marham. Ia ...
cache/resized/e7c744cd89e31cec761eab760e829fec.jpg
Medan(MedanPunya) Gubernur Edy Rahmayadi menegaskan keharusan Apatur Sipil Negara (ASN) Sumatera ...
cache/resized/6039b8c3883e38106b1a3814f7533f80.jpg
Jakarta(MedanPunya)  KPK mengamankan Wali Kota Medan Dzulmi Eldin dalam operasi tangkap tangan ...

Paluta(MedanPunya) Aksi pembunuhan yang dilakukan Tamba Tua Nasution (38) warga Padang Lawas Utara (Paluta), Sumut, kepada adik iparnya Rinto Harahap (27), terbilang sadis.

Selain memutuskan tangan korban, leher dan bahu Rinto juga sobek terkena sabetan egrek (arit) yang dilakukan oleh Tamba.

Karena sadisnya pembunuhan itu, muncul dugaan kepermukaan bahwa Tamba ingin memutilasi korban.

Menanggapi soal itu, Kasatreskrim Polres Tapsel AKP Alexander Pilliang saat dikonfirmasi membantah adanya dugaan yang beredar pelaku ingin memutilasi korban.

Dari hasil pemeriksaan awal, putusnya tangan Rinto diduga karena tajamnya agrek yang digunakan.

"Kalau mutilasi tidak. Tangan korban putus karena egrek yang dipakai pelaku habisi nyawa adiknya sangat tajam. Itulah penyebabnya," kata Alexander, Senin (15/7).

Mengenai detail, pembunuhan yang dilakukan Tamba, Alexander belum bisa membeberkan secara rinci. Sejauh ini, kasusunya ditangani kepolisian sekitar.

“Sedang diproses dan penanganan kami serahkan ke Polsek Gunung Tua,” ujarnya.***trb/mpc/bs



  • 0 komentar
  • Baca 139 kali