cache/resized/f695b99f0277758dfe81e7b4284ae74e.jpg
Naples(MedanPunya) Dries Mertens tak menahan diri ketika ditanya soal keputusan Maurizio Sarri ...
cache/resized/f95acf087ea3c8aaa4510ffa1381d291.jpg
Pyongyang(MedanPunya) Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un dikabarkan meminta uang kepada ...
cache/resized/a169e5794c5351a617f5fa2480cc01f3.jpg
Beijing(MedanPunya) Citra satelit terbaru menunjukkan aktivitas China yang tengah membuat kapal ...

Lubukpakam(MedanPunya) Suasana sepi terpantau di Kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Deliserdang Senin, (15/7).

Informasi yang dikumpulkan suasama seperti ini terus-terusan terjadi pasca diperketatnya penyeleksian administrasi setiap pemohon setelah dipimpin Kepala Dinas, Syarifah Alawiyah.

Namun beberapa pemohon mengaku kesal dan mengaku merasa dipersulit.

Satu di antara pemohon tersebut yakni Paraduan Siregar. Meski merupakan mantan Staf Ahli Bupati namun dirinya merasa dipersulit.

Izin Mendirikan Bangunan (IMB) untuk tiga unit ruko yang ada di Desa Marindal 1 Kecamatan Patumbak miliknya hingga kini belum juga keluar. Padahal sudah lebih dari sebulan lamanya pengurusan ia lakukan.

"Rukonya bukannya bertingkat tapi sampai sekarang enggak juga keluar. Ditolak orang itu lagi kudengar sekarang. Kalau berkas sudah lengkap semuanya dari Kades hingga Kecamatan, apa lagi yang mau dipinta apa mesti surat dari malaikat?," ucap Paraduan dengan kesal, Senin (15/7).

Sebagai mantan pejabat eselon II di lingkungan Pemkab Deliserdang, Paraduan berpendapat Syarifah sangat tidak layak di tempatkan menjadi pimpinan di dinas tersebut.

Disebutnya karena tidak paham situasi lapangan, Syarifah memperlama proses permohonan izin yang ia ajukan. Saking palaknya, dirinyapun berharap agar Bupati Ashari Tambunan mencopot jabatan Syarifah.

"Apalagi yang diragukan? Surat keterangan dari Kepala Desa dan Camat yang menyatakan di luar HGU atau tanah kebun sudah ada. Tapi sudah sebulan lebih enggak juga siap. Bukan kecewa lagi saya ntah apa lagi bilangnya. Kurasa enggak ngerti situasi itu Kadisnya. Enggak layak jadi kepala perizinan itu. Kalau enggak ngerti situasi ngapain di situ dia (jadi Kadis). Saya Wakil Sekretaris Golkar Sumut, udah bolak-balik datang ke perizinan belum juga. Sudah jadi macam anak-anak saya karena bolak-balik itu," katanya.

Karena merupakan mantan pejabat, Paraduan menyebut sebenarnya Syarifah cukup mengenal baik dirinya. Namun ia kecewa mengapa dirinya dipersulit untuk mendapatkankan izin.

"Kenal kali lah dia (Syarifah) sama aku, siapa yang enggak kenal setan pun kenal sama saya, enggak layak dia itu copot saja dia itu. Sombong kali pun orangnya," katanya lagi.

Sementara itu saat ditemui di kantor Bupati, Syarifah membantah telah mempersulit setiap pemohon yang datang ke kantornya termasuk juga Paraduan.

Untuk berkas Paraduan ia mengakui bahwa rekomendasi Kades dan Camat sudah ada namun perlu untuk dikoreksi kembali.

"Ya sebanarnya dikita 14 hari kerja sudah siap. Tapi untuk permohonan bapak itu masih kita teliti lagi soal tanahnya. Kita saat ini masih kordinasi sama BPN soal status tanahnya itu. Ya memang (sudah ada rekomendasi dari Kades dan Camat) tapi kalau ada apa-apa kan bisa saya yang dipenjara. Makanya masih kita pastikan lagi sama BPN," kata Syarifah.

Ia menyebut setiap proses permohonan perizinan harus diteliti dengan baik. Jangan sampai katanya ketika izin dikeluarkan nantinya bermasalah dengan pihak berwajib.

"Anggota saya saja seminggu ini bolak-balik ke Polda ditanyai. Ya soal perizinan ini lah. Makanya kita harus teliti," kata Syarifah tanpa mau menyebutkan terkait kasus apa yang menimpa anggotanya itu.***trb/mpc/bs



  • 0 komentar
  • Baca 42 kali