Cetak halaman ini

Medan(MedanPunya) Para Guru Binjai Langkat Apresiasi Gubernur Sumut Copot Robby Rezeky, Ini Alasan Mereka.

Para guru yang mengajar di wilayah Binjai- Langkat mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi serta Wakilnya Musa Rajekshah yang telah melakukan pencopotan terhadap Kepala Cabang Dinas (Kacabdis) Pendidikan Stabat, Robby Rezeky.

"Sebenarnya, besar harapan kami guru-guru yang berdomisili wilayah kerja Binjai Langkat adanya perubahan struktur di Kepala Cabang Dinas. Kami juga berterimakasih atas pencopotan yang dilakukan," ucap OT seorang guru yang mengajar di SMA Negeri Binjai-Langkat.

Menurut beberapa guru mengaku bahwa Kacabdis Stabat diduga melakukan tindakan korupsi, terkait pengangkatan kepala Sekolah Menengah Atas/ Kejuruan Negeri di wilayah Binjai-langkat.

"Pertama pembangunan SMK di wilayah barat Sumut, ada terindikasi korupsi secara umum, hingga sampai dengan saat ini tidak selesai. Kasus SMA N 6 Binjai, hari pertama masuk sekolah melakukan unjukrasa karena kepala sekolah melakukan korupsi," ucapnya.

Setelah menimbulkan spekulasi yang terbilang panjang, akhirnya Robby Rezeki, dicopot juga dari jabatannya. Sebelumnya, diberitakan dia telah membuat resah para kepala sekolah dan guru-guru di Binjai-Langkat.

Bahkan dia tidak segan-segan mencatut nama Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah (Ijeck), sebagai pejabat yang memerintahkan pergantian tersebut.

OT mengatakan, bahwa Kacabdis yang lama tidak ada melakukan tindakan apapun selama bertugas di Binjai-Langkat.

Banyak kepala sekolah melakukan praktik korupsi namun dibiarkan begitu saja oleh Kacabdis yang lama.

"Kacabdinas yang lama tidak responsif mengambil keputusan untuk kasus-kasus korupsi dan perlakuan kasar kepala sekolah kepada guru. Banyak SMA Negeri di Binjai-langkat terindikasi korupsi. Sampai sekarang belum ada penangan yang dilakukan oleh kepala cabang dinas yang lama," ujarnya.

Kemudian, OT juga berani membeberkan adanya praktik korupsi yang dilakukan oleh Robby Rezeky yang mengutip Rp 15 juta kepada guru untuk pindah atau mutasi.

"Kacabdis melakukan mutasi untuk guru yang dilakukan olehnya juga dipungut Rp 15 juta lebih untuk dapat pindah," ucapnya.

Selanjutnya, OT juga mengatakan, Robby Rezeky mengangkat kepala sekolah dengan cara yang tidak wajar, yaitu menentukan harga untuk dapat mengemban jabatan tersebut.

Lalu, kepala-kepala sekolah yang bermasalah pun, kata dia mendapatkan bantuan darinya dengan cara meminta uang.

"Ada indikasi kacabdinas yang lama itu kongkalikong dengan kepala sekolah yang bermasalah. Tidak ada keputusan yang tegas yang dilakukannya. Kacabdinas itu juga tidak ada melakukan kontrol kepada sekolah-sekolah yang kepala sekolahnya bermasalah," ujarnya.

Hal senada juga disampaikan oleh ES guru yang mengajar di wilayah Binjai-Langkat mengapresiasi Gubernur dan Wakil Gubernur.

Di mana telah melakukan pencopotan kepada Kacabdis Pendidikan Binjai-Langkat, Robby Rezeky.

"Kami mengucapkan terimakasih kepada Gubernur Sumatera Utara dan Wakil Gubernur," ujarnya.

ES menilai, bahwa Kacabdis yang lama telah salah menggunakan jabatan.***trb/mpc/bs



  • 0 komentar
  • Baca 59 kali