cache/resized/e7c744cd89e31cec761eab760e829fec.jpg
Medan(MedanPunya) Gubernur Edy Rahmayadi menegaskan keharusan Apatur Sipil Negara (ASN) Sumatera ...
cache/resized/6039b8c3883e38106b1a3814f7533f80.jpg
Jakarta(MedanPunya)  KPK mengamankan Wali Kota Medan Dzulmi Eldin dalam operasi tangkap tangan ...
cache/resized/f86de64f77ac713dca1ea98db290abda.jpg
Jakarta(MedanPunya) Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati ikut buka suara terkait banyaknya ...

Rantauprapat(MedanPunya) Polisi menetapkan Kepala Puskesmas Parlayuan, Labuhanbatu, Sumatera Utara, jadi tersangka. Kepala Puskesmas berinisial MJH ini jadi tersangka setelah kena OTT kasus pemotongan dana Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan Bantuan Operasional kesehatan (OBK).

"Kepala Puskesmas (Kapus) inisial MHJ sudah ditetapkan sebagai TSK (tersangka)," ungkap Kasat Reskrim Polres Labuhanbatu AKP Jamakita Purba, Kamis (15/8).

Dalam OTT yang dilakukan Selasa (13/8) kemarin, polisi mengamankan tujuh orang. Salah satunya MHJ (41), Kepala Puskesmas Parlayuan. Selain MHJ, turut ditangkap HM (45) Bendahara BOK Puskesmas, SUB (33) Bendahara JKN Puskesmas, SD (40) Staf Puskesmas, NH (42) Staf Puskesmas, NUR (33) Staf Puskesmas, dan AFN (26) TKS Puskesmas.

Selain ditetapkan sebagai tersangka, MHJ saat ini telah ditahan.

"Telah dilakukan penahanan," imbuhnya.

OTT dilakukan berdasarkan informasi yang diperoleh, yang menyebutkan terjadi pemotongan sebesar minimal 25 persen atau bervariasi dari jumlah yang diterima pegawai dan honor puskesmas.

Atas laporan itu, petugas Polres Labuhanbatu melakukan penyelidikan dan melakukan OTT. Barang bukti yang ditemukan uang Rp 188 jutaan.***dtc/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 100 kali