cache/resized/2b2c034cf620b2a0f357c14287c0a073.jpg
Washington(MedanPunya) Otoritas Amerika Serikat (AS) resmi mendakwa Presiden Venezuela, Nicolas ...
cache/resized/de63f0d2a22d502cee5872cc2ecad34c.jpg
MedanPunya - Menyusul ponsel orang terkaya dunia, Jeff Bezos, diretas melalui file video yang ...
cache/resized/e8817f3e820125f5141ada3a1cb021dd.jpg
Teheran(MedanPunya) Seorang anggota parlemen Iran menawarkan uang sebesar US$ 3 juta (Rp 40,3 ...

Sibolga(MedanPunya) Hujan deras bercampur petir yang terjadi di wilayah Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara, memakan korban.

Sintor Habeahan (23) warga Dusun II Desa Urtan, Kecamatan Andam Dewi, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara tewas disambar petir, Senin (19/8) malam.

Informasi yang dihimpun, peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 19.00 WIB. Korban yang diketahui pengembala ternak kerbau diketahui tewas saat berada di dalam kandang.

"Korban disambar petir saat mengasapi kerbau di dalam kandang," kata Kapolres Tapanuli Tengah, AKBP Sukamat, Selasa (20/8).

"Karena memang setiap harinya kerbau ini harus diasapi supaya tidak diganggu nyamuk," sambungnya.

Sukamat menjelaskan bahwa korban selama ini bekerja mengembala kerbau milik Mikael Simbolon warga Dusun II, Desa Uratan, Kecamatan Andam Dewi Tapanuli Tengah.

Saat hujan datang kerbau sudah dimasukkan korban ke dalam kandang.

Untuk mengusir nyamuk korban menghidupkan perapian di sekitar kandang kerbau yang berada di samping rumah orang tua korban.

Saat itulah petir datang menyambar yang mengakibatkan korban meninggal dunia beserta 19 ekor kerbau yang ada dalam kandang.

"Sintor beserta seluruh kerbau yang di dalam kandang mati tersambar petir," beber Sukamat.

Masih kata Sukamat, sebanyak 19 ekor kerbau yang mati disambar petir akan dikubur secara massal pada sebuah lubang menggunakan alat berat.

"Jenazah korban (Sintor Habeahan) sudah disemayamkan di rumah duka," pungkas Sukamat.***trb/mpc/bs





  • 0 komentar
  • Baca 218 kali