cache/resized/de63f0d2a22d502cee5872cc2ecad34c.jpg
MedanPunya - Menyusul ponsel orang terkaya dunia, Jeff Bezos, diretas melalui file video yang ...
cache/resized/e8817f3e820125f5141ada3a1cb021dd.jpg
Teheran(MedanPunya) Seorang anggota parlemen Iran menawarkan uang sebesar US$ 3 juta (Rp 40,3 ...
cache/resized/b08c12473eaedd350872fbba9d495169.jpg
Jakarta(MedanPunya) Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan ada cucu usaha dari PT Garuda Indonesia ...

Aek Kanopan(MedanPunya) Kecemasan melanda warga Desa Simangalam, Kecamatan Kualuh Selatan, Labuhan Batu Utara, Sumatera Utara (Sumut), setelah seorang warga desa itu diserang buaya. Mereka khawatir beraktivitas di sungai karena buaya belum tertangkap.

Camat Kualuh Selatan Abdul Hariman menyatakan masyarakat desa tersebut, yang umumnya bekerja sebagai pencari ikan di sungai, kini tidak berani ke sungai. Warga takut menjadi sasaran serangan buaya.

"Masyarakat ya resah. Mereka selama ini mencari nafkah, terutama di sungai itu, mencari ikan. Karena memang ikannya banyak," kata Hariman, Senin (9/9).

Disebutkan Hariman, pemicu utama ketakutan warga adalah kasus serangan buaya terhadap Misran (58) yang terjadi pada Jumat (6/9) sore. Serangan itu mengakibatkan Misran terluka, dan saat ini dalam perawatan.

Pada waktu kejadian, Misran dan anaknya Sahdan (33) sedang memeriksa perangkap ikan yang dipasang di Sungai Simangalam. Tiba-tiba sampannya dihantam buaya dan Misran ditarik ke dalam air.

Saat bergumul itu, tubuh Misran sempat lepas dari genggaman anaknya, namun kemudian berhasil ditarik lagi. Dalam keadaan terluka di bagian perut dan paha, Misran dibawa ke rumah di Dusun Tanjung Alam.

Disebutkan Hariman, kasus serangan buaya di desa itu sudah beberapa kali terjadi dalam setahun terakhir, dan diduga buayanya hanya satu ekor. Namun baru kali ini menyebabkan korban luka.

Hariman menyatakan, mereka tengah berkoordinasi dengan pihak-pihak yang memungkinkan menangkap buaya itu, supaya masyarakat bisa tenang, dan menghindari jatuhnya korban lain. Rencananya plang tanda bahaya akan dipasang di kawasan itu agar masyarakat semakin berhati-hati.***dtc/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 139 kali