cache/resized/2b2c034cf620b2a0f357c14287c0a073.jpg
Washington(MedanPunya) Otoritas Amerika Serikat (AS) resmi mendakwa Presiden Venezuela, Nicolas ...
cache/resized/de63f0d2a22d502cee5872cc2ecad34c.jpg
MedanPunya - Menyusul ponsel orang terkaya dunia, Jeff Bezos, diretas melalui file video yang ...
cache/resized/e8817f3e820125f5141ada3a1cb021dd.jpg
Teheran(MedanPunya) Seorang anggota parlemen Iran menawarkan uang sebesar US$ 3 juta (Rp 40,3 ...

Medan(MedanPunya) Pascakejadian seorang warga atas nama Misran (56) diterkam buaya saat mencari ikan di Sungai Simangalam, Kecamatan Kualuh Selatan, Kabupaten Labuhan Batu Utara (Labura), Sumut, Jumat (6/9) kemarin.

Hingga mengakibatkan korban alami luka-luka dibagian perut, dada dan punggung. Bahkan hingga sampan yang digunakannya hancur. BBKSDA langsung merespon cepat kejadian tersebut.

Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara, Hotmauli Sianturi mengaku belum mengetahui peristiwa tersebut.

Menurutnya pihak BBKSDA akan segera melakukan pengecekan lokasi kejadian untuk memastikan.

"Baru tahu saya. Kita akan lakukan pengecekan kesana. Kalau memang benar itu buaya," kata Hotmauli, Senin (9/9).

Hotmauli menjelaskan jika memang sungai tersebut merupakan habitat dari buaya, maka masyarakat diminta untuk tidak mendekati wilayah tersebut sehingga tidak terjadi konflik antara satwa dan manusia.

"Kalau memang habitat buaya, ya manusianya yang bergeser. Karena tidak mungkin kita main evakuasi saja," tutur Hotmauli.

Hotmauli menuturkan bahwa perlu dilakukan sosialisasi dan mitigasi di daerah itu, untuk meminimalisir korban.

"Kalau semua di evakuasi apa jadinya. Makanya kita imbau masyarakat untuk menghindari lokasi sebelum pihak BBKSDA datang kesana dan memberikan sosialisasi," jelas Hotmauli.***trb/mpc/bs



  • 0 komentar
  • Baca 206 kali