cache/resized/e7c744cd89e31cec761eab760e829fec.jpg
Medan(MedanPunya) Gubernur Edy Rahmayadi menegaskan keharusan Apatur Sipil Negara (ASN) Sumatera ...
cache/resized/6039b8c3883e38106b1a3814f7533f80.jpg
Jakarta(MedanPunya)  KPK mengamankan Wali Kota Medan Dzulmi Eldin dalam operasi tangkap tangan ...
cache/resized/f86de64f77ac713dca1ea98db290abda.jpg
Jakarta(MedanPunya) Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati ikut buka suara terkait banyaknya ...

Pematangsiantar(MedanPunya) Ribuan mahasiswa yang tergabung dari Universitas Simalungun (USI), Nomensen, AMIK Tunas Bangsa, Stikom, Universitas Islam Sumatera Utara (UISU), Sultan Agung melakukan unjuk rasa menolak RKUHP dan KPK di depan Balai Kota Pematangsiantar, Kamis (26/9).

Aksi ini berjalan dengan kondusif. Para demonstran membawa spanduk bertuliskan kata-kata yang lucu. Apalagi, para mahasiswi tampak turut menambah kelucuan dengan kata-katanya.

Namun, aksi ini sempat disusupi para siswa SMA di Kota Pematangsiantar. Para siswa ini sempat memasuki barisan mahasiswa. Mereka datang dengan mengenakan pakaian sekolah.

Seorang mahasiswa yang menjadi komando aksi langsung meminta para siswa untuk pulang. Mahasiswa juga sempat memeriksa tas para siswa dan ditemukan benda tajam.

Amatan tribun-medan.com, para siswa membawa peralatan mekanik seperi obeng, cutter, gunting, dan tang. Terdengar, kordinator aksi menyampaikan rasa hormat untuk mempersilakan siswa pulang.

"Kami tidak ingin bertanggung jawab jika terjadi apa-apa pada kalian. Karena, kami juga menemukan peralatan yang membahayakan," katanya.

"Kita sama-sama berjuang. Tapi, bawalah semangat kalian pulang ke rumah. Dengan hormat semua teman-teman bisa pulang," ujarnya di depan rombongan siswa yang didominasi siswa SMK.

Para siswa pun pulang dengan teratur mengikuti arahan dari kordinator aksi.***trb/mpc/bs



  • 0 komentar
  • Baca 47 kali