cache/resized/89223fafb7193a09af541cb2610486b2.jpg
Jakarta(MedanPunya) Presiden Joko Widodo menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2020 ...
cache/resized/9e51edb2fb71b473d38ba9a7a712fc12.jpg
Washington(MedanPunya) Pemerintah Amerika Serikat tengah menyelidiki intensif apakah virus Corona ...
cache/resized/9a84fa7c035130d22fadbbf8666b577e.jpg
Medan(MedanPunya) Kapolda Sumatera Utara (Sumut) Irjen Martuani Sormin meminta semua pihak mematuhi ...

Medan(MedanPunya) Partai NasDem Sumut akan menjembatani pertemuan antara Gubernur Sumut Edy Rahmayadi dan Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng) Bakhtiar Ahmad Sibarani. Pertemuan itu digelar untuk mengakhiri ketegangan di antara keduanya.

Nasdem merupakan salah satu partai pengusung Edy Rahmayadi saat maju menjadi Gubernur pada Pilkada 2018. Sedangkan Bakhtiar saat ini merupakan ketua DPD Partai Nasdem Tapteng.

"Saya sudah WhatsApp Pak Edy dan Bang Bakhtiar, ini hanyalah missed komunikasi. Kami akan coba menjembatani pertemuan mereka," kata Ketua DPW Nasdem Sumut Iskandar, Kamis (19/12).

Iskandar sudah meminta kedua pimpinan daerah menghentikan saling sahut pernyataan negatif. Menurut Iskandar, Edy, dan Bakhtiar sama-sama orang baik.

"Kalau ada ribut begini yang bingung kan masyarakat, harusnya keduanya berkoordinasi untuk pembangunan daerah," ujarnya.

Konflik antara Edy dan Bakhtiar berawal dari sindiran Edy soal kondisi masyarakat di Tapteng. Edy menyebut kemiskinan masih menjadi persoalan di Tapteng.

"Waktu saya mau jadi gubernur, dibawa saya sama relawan ke Tapanuli Tengah. Begitu saya masuk ke sana, orang miskin semua. Nggak jadi saya kampanye," kata Edy di Aula Raja Inal Siregar kantor Gubernur, Jl Pangeran Diponegoro, Medan, Selasa (17/12).

Edy menceritakan kunjungan ke Tapteng yang seharusnya digunakan untuk kampanye diganti menjadi makan bersama masyarakat. Gubernur Edy lantas menyinggung kinerja Bupati Tapteng Bakhtiar Ahmad Sibarani yang dinilai tidak memuaskan.

"Akhirnya saya sekarang mau balik ke Tapanuli Tengah sana, eh bupatinya begitu. Tak cocok jadi bupati, gimana tak miskin rakyatnya? Tak ada sayangnya sama rakyat, kok ia jadi pemimpin?" tutur Edy.

Kritik Edy itu kemudian ditanggapi Bakhtiar. Bakhtiar meminta Edy bicara sesuai dengan data, bukan sentimen pribadi.

"Gubernur kalau bicara harus sesuai data, jangan karena sentimen terhadap saya," kata Bakhtiar saat dihubungi, Rabu (18/12).***dtc/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 160 kali