cache/resized/9a84fa7c035130d22fadbbf8666b577e.jpg
Medan(MedanPunya) Kapolda Sumatera Utara (Sumut) Irjen Martuani Sormin meminta semua pihak mematuhi ...
cache/resized/2b2c034cf620b2a0f357c14287c0a073.jpg
Washington(MedanPunya) Otoritas Amerika Serikat (AS) resmi mendakwa Presiden Venezuela, Nicolas ...
cache/resized/de63f0d2a22d502cee5872cc2ecad34c.jpg
MedanPunya - Menyusul ponsel orang terkaya dunia, Jeff Bezos, diretas melalui file video yang ...

Tel Aviv(MedanPunya.Com) Draf resolusi Palestina yang isinya menyerukan agar Israel mengakhiri pendudukan telah diajukan ke Dewan Keamanan PBB. Otoritas Israel menyebut draf resolusi ini sebagai tipu muslihat belaka dari Palestina.

Dalam draf resolusi itu, dimuat seruan agar Israel mengakhiri pendudukan di wilayah Palestina paling lambat tahun 2017. Draf tersebut juga memuat seruan agar Israel dan Palestina mencapai kesepakatan damai dalam waktu 1 tahun.

"Tentunya, hal ini tidak akan bisa mempercepat tercapainya kesepakatan karena tanpa izin Israel, tidak akan ada perubahan," ujar Menteri Luar Negeri Israel, Avigdor Lieberman.

Draf resolusi tersebut secara resmi diajukan oleh Yordania kepada 15 negara anggota Dewan Keamanan PBB pada Rabu (17/12) waktu setempat. Dengan pengajuan resmi ini, maka voting akan bisa dilakukan dalam waktu 24 jam kemudian.

Namun demikian, hal ini juga tidak menjamin voting akan digelar dalam waktu dekat. Karena dalam beberapa kasus, ada draf yang bahkan belum pernah divoting hingga kini.

Lieberman menilai, langkah sepihak yang dilakukan kepada PBB tersebut hanya akan memperburuk konflik antara Israel dengan Palestina, yang sudah berlangsung sejak lama. Terlebih, perundingan yang ditengahi AS pada April lalu telah gagal.

"Akan lebih baik jika Dewan Keamanan mengurusi persoalan yang lebih penting bagi warga dunia, seperti serangan brutal yang terjadi pekan ini di Australia dan Pakistan, atau membahas soal Suriah dan Libya, bukannya membuang-buang waktu untuk tipu muslihat Palestina," sebutnya.

Diperlukan sembilan suara dalam voting Dewan Keamanan PBB agar draf resolusi tersebut bisa diberlakukan. Namun masih ada hambatan dari lima negara anggota tetap DK PBB yang memiliki hak veto untuk menolak draf tersebut.

Amerika Serikat yang merupakan sekutu Israel, masih bisa menyatakan veto terhadap draf tersebut sehingga tidak akan pernah bisa diberlakukan.***dtc/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 971 kali