cache/resized/89223fafb7193a09af541cb2610486b2.jpg
Jakarta(MedanPunya) Presiden Joko Widodo menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2020 ...
cache/resized/9e51edb2fb71b473d38ba9a7a712fc12.jpg
Washington(MedanPunya) Pemerintah Amerika Serikat tengah menyelidiki intensif apakah virus Corona ...
cache/resized/9a84fa7c035130d22fadbbf8666b577e.jpg
Medan(MedanPunya) Kapolda Sumatera Utara (Sumut) Irjen Martuani Sormin meminta semua pihak mematuhi ...

Managua(MedanPunya.Com) Tidak banyak orang menaruh harapan besar ketika salah satu negara termiskin di benua Amerika dan satu pengusaha tak terkenal Tiongkok mengatakan akan membuat salah satu proyek rekayasa terbesar dalam sejarah.

Keraguan itu semakin besar satu setengah tahun setelah proyek membangun satu kanal di Nikaragua diluncurkan oleh Presiden Daniel Ortega.

Proyek bernilai US$50 miliar ini secara resmi dimulai minggu ini.

Para wartawan yang ingin melihat bukti bagaimana proyek ini dibangun dalam waktu yang jauh lebih singkat dibandingkan Terusan Panama yang lebih kecil pun tidak mendapat jawaban.

Dalam acara peletakan batu pertama proyek selama lima tahun ini, para pejabat Nikaragua dan perusahaan Hong Kong yang berada di balik proyek ini tidak mau menjawab pertanyaan mengenai sumber dananya, penundaan dan apakah Washington telah dikonsultasikan.

Sejauh ini, perusahaan HK Nicaragua Canal Development Investment Co LTD atau KHND Group milk pengusaha telekomunikasi Wang Jing telah menyebutkan dana sebesar US$200 jura.

"Kanal ini punya satu musuh, yaitu kurang informasi," ujar Benjamin Lanzas, kepala grup industri konstruksi Nicaragua yang telah bertemu Wang di Tiongkok.

"Kurangnya informasi ini hanya menghasilkan banyak spekulasi, dan spekulasi itu atau perkiraan telah menyebabkan banyak pihak ragu."

Pendukung proyek ini mengatakan peletakan batu pertama merupakan bukti bahwa rencana ini sesuai jadwal.

Tetapi studi kelayakan terpenting diundur hingga April, sementara pekerjaan pengerukan baru akan dimulai di paruh kedua tahun depan.

Kanal sepanjang 278 kilometer ini tiga kali lebih panjang dari Terusan Panama yang dibuat 100 tahun lalu, dan diselesaikan oleh Amerika Serikat 34 tahun setelah para insinyur Perancis memulainya.

Jadwal lima tahun untuk terusan Nikaragua ini menimbulkan spekulasi bahwa pemerintah Tiongkok diam-diam mendanai proyek ini, yang berulang kali dibantah Tiongkok dan Wang.

Keraguan Wang untuk mengungkap sumber dananya atau latar belakang bisnisnya juga semakin menimbulkan kecurigaan.

"Jika terusan ini dilanjutkan…adalah karena pemerintah Tiongkok menginginkannya, dan pembiayaan diambil dari berbagai perusahaan negara Tiongkok," ujar Arturo Cruz dari sekolah bisnis INCAE yang juga mantan duta besar Nikaragua untuk Amerika Serikat.

Ortega memang berusaha menghapus ketakutan bahwa Tiongkok mendapatkan keuntungan strategis di Amerika Tengah.

"Tiongkok belum datang ke Nikaragua dengan tentara pendudukan," ujarnya.

Para pakar mengatakan bahwa untuk saat ini, pemerintah Tiongkok bisa menjauhkan diri dan menyatakan tidak terkait dalam proyek itu sebagai alasan jika proyek itu gagal.

"Jika pemerintah Tiongkok berada di balik proek ini, mereka harus bertanggungjawab sepenuhnya," kata pejabat kedutaan Taiwan di Nikaragua yang tidak mau disebutkan namanya.

"Jika gagal, proyek ini menjadi citra buruk. Mereka harus tetap menjauhkan diri."

Keterlibatan Tiongkok akan menjadi tantangan langsung bagi Amerika Serikat yang hingga 1999 mengendalikan Terusan Panama.

Kedutaan Besar Amerika Serikat menolak berkomentar, meski Nikaragua menyatakan negara itu menyambut baik proyek tersebut.

Apapun yang terjadi dengan proyek ini, kehadiran Nikaragua di Amerika Serikat tampaknya akan semakin kuat.

"Tujuannya adalah membangun kanal," ujar Arturo Cruz. "Tetapi jika pada akhirnya mereka hanya membangun satu pelabuhan Karibia, negara ini akan mencapai satu hal besar yang tidak bisa diwujudkan dalam 500 tahun.***cnn/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 1179 kali