cache/resized/675a260966b3e14d2cdd6154895895b3.jpg
New York(MedanPunya) Perserikatan Bangsa-Bangsa ( PBB) merilis laporan pada Senin (17/9) yang ...
cache/resized/5957554de960f1ba66819e189726e610.jpg
Jakarta(MedanPunya) Sejumlah kursi anggota DPR, MPR, dan DPD terlihat kosong dalam Sidang Tahunan ...
cache/resized/47b7f252018245065f5b45e3042ecdda.jpg
Washington(MedanPunya) Ajakan gandengan tangan Presiden AS Donald Trump ditolak Presiden Komisi ...

Washington(MedanPunya) Presiden Amerika Serikat Donald Trump sangat frustrasi atas penolakan pemerintah Turki untuk membebaskan seorang pendeta Amerika yang telah ditahan hampir dua tahun.

Penahanan pendeta tersebut telah memicu krisis hubungan Ankara-Washington yang belum pernah terjadi sebelumnya. Amerika Serikat juga meminta pembebasan tiga staf lokal yang bekerja untuk Kedutaan AS yang ditahan di Turki.

"Presiden sangat frustrasi atas fakta bahwa Pendeta (Andrew) Brunson belum dibebaskan serta fakta bahwa warga AS lainnya dan pegawai-pegawai fasilitas diplomatik belum dibebaskan," ujar juru bicara Gedung Putih Sarah Huckabee Sanders saat briefing media.

"Kami akan terus meminta Turki untuk melakukan hal yang benar dan membebaskan orang-orang itu," imbuhnya.

Pendeta Andrew Brunson ditangkap pada Desember 2016 dan oleh pengadilan Turki dijerat dakwaan keterkaitan dengan kelompok militan Kurdi, Kurdistan Workers' Party (PKK) dan gerakan Fethullah Gulen, ulama Turki yang bermukim di AS dan dituduh sebagai dalang upaya kudeta terhadap Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Juli 2016.

Akan tetapi Amerika Serikat menyatakan tidak melihat bukti-bukti kredibel yang memberatkan warga negaranya itu sehingga dia semestinya dibebaskan. Brunson sendiri telah membantah dakwaan yang disebutnya "memalukan dan menjijikkan."

Jika terbukti bersalah, pria berumur 50 tahun itu terancam hukuman penjara maksimum 35 tahun.

Akhir bulan lalu, Trump menulis di akun Twitter-nya bahwa negaranya akan "menerapkan sanksi luas terhadap Turki atas penahanan Pendeta Andrew Brunson." Pekan lalu, Trump juga memerintahkan untuk menaikkan tarif impor baja dan aluminium Turki. Menyusul perintah Trump tersebut, nilai tukar mata uang Turki, Lira mengalami kemerosotan paling besar dalam satu dasawarsa.***dtc/mpc/bs

  • 0 comment
  • Read 1649 times