cache/resized/89223fafb7193a09af541cb2610486b2.jpg
Jakarta(MedanPunya) Presiden Joko Widodo menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2020 ...
cache/resized/9e51edb2fb71b473d38ba9a7a712fc12.jpg
Washington(MedanPunya) Pemerintah Amerika Serikat tengah menyelidiki intensif apakah virus Corona ...
cache/resized/9a84fa7c035130d22fadbbf8666b577e.jpg
Medan(MedanPunya) Kapolda Sumatera Utara (Sumut) Irjen Martuani Sormin meminta semua pihak mematuhi ...

Bangkok(MedanPunya) Parlemen Thailand akan memulai proses pemakzulan mantan Perdana Menteri Yingluck Shinawatra minggu depan.

Yingluck diancam dilarang berlaga di panggung politik dalam jangka panjang dan proses ini menjadi ujian bagi ketentraman negara yang tercipta setelah kudeta militer tahun lalu.

Adik mantan Perdana Menteri Thailand Thaksin Shinawatra ini sangat populer di kalangan jutaan warga pedesaan yang miskin dan memilihnya menjadi presiden dengan suara mutlak pada pemilu 2011.

Yingluck disingkirkan dari kursi pemerintahan pada Mei setelah pengadilan menyatakan dia bersalah menyalahgunakan kekuasaan, hanya beberapa hari sebelum militer melakukan kudeta karena aksi protes penentangnya yang terus terjadi sejak November 2013.

Sehari setelah disingkirkan, badan anti-korupsi negara itu menjatuhkan dakwaan melalaikan tugas terkait skema subsidi beras yang kontroversial.

Komisi Nasional Anti-Korupsi menyatakan Yingluck bersalah dalam dakwaan salah kelola skema beras yang diperkirakan merugikan negara sebesar US$15 miliar.

Majelis Legislatif Nasional, NLA, yang dijadwalkan mengambil keputusan atas proses pemakzulan Yingluk ditunjuk pelaku kudeta tahun lalu.

Persidangan pemakzulan ini akan dimulai pada Jumat (9/1) dan keputusan bisa diambil akhir bulan ini.

Jika dimakzulkan, Yingluck diancam tidak bisa berlaga di panggung politik selama lima tahun.

Junta militer berhasil menciptakan stabilitas politik, tetapi kesulitan membangun kembali perekonomian di ekonomi kedua terbesar Asia Tenggara ini.

Perekonomian Thailand hanya tumbuh 0,2 persen dalam sembilan bulan pertama 2014 akibat rendahnya ekspor dan lemahnya permintaan dalam negeri.

Para pengkritik mengatakan kasus ini merupakan bagian dari ambisi pemerintah militer mengakhiri pengaruh keluarga Yingluck yang sangat berkuasa dan langkah untuk memakzulkannya bisa memicu para pendukungnya bergerak.

“Jika Yingluck dipecat akan muncul penolakan terhadap pemerintah militer,” Ujar Thanawut Wchaidit, juru bicara Front Bersatu bati Demokrasi yang pro Yingluck.

Hukum darurat masih diberlakukan di seluruh wilayah Thailan, dan aksi protes pun dilarang, tetapi hal ini tidak membuat sejumlah petani dan pegiat melakukan aksi demonstrasi menentang rejim militer dalam skala kecil.

Krisis bertahun-tahun ini berpusat pada kakak Yingluck yang kaya raya, Thaksin, yang menjalankan kebijakan populis sehingga mendapat dukungan luas dari rakyat tetapi dibenci oleh kubu yang telah mapan yang didukung militer.

Thailand dilanda krisis politik setelah Thaksin, yang partainya selalu memenangkan pemilu sejak 2001, disingkirkan dari jabatan perdana menteri melalui kudeta pada 2006.***cnn/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 1069 kali