cache/resized/e7c744cd89e31cec761eab760e829fec.jpg
Medan(MedanPunya) Gubernur Edy Rahmayadi menegaskan keharusan Apatur Sipil Negara (ASN) Sumatera ...
cache/resized/6039b8c3883e38106b1a3814f7533f80.jpg
Jakarta(MedanPunya)  KPK mengamankan Wali Kota Medan Dzulmi Eldin dalam operasi tangkap tangan ...
cache/resized/f86de64f77ac713dca1ea98db290abda.jpg
Jakarta(MedanPunya) Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati ikut buka suara terkait banyaknya ...

Washington(MedanPunya) Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, secara resmi mengategorikan Korps Garda Revolusi Iran sebagai organisasi teroris asing. Ini adalah pertama kalinya AS memberi cap demikian terhadap militer sebuah negara.

Iran kemudian membalas dengan mendeklarasikan pasukan AS di Timur Tengah sebagai organisasi teroris, sebagaimana dilaporkan media Iran.

Ketegangan antara Washington DC dan Teheran meningkat sejak Trump menarik AS keluar dari kesepakatan nuklir Iran.

Melabeli Garda Revolusi sebagai organisasi teroris membuat AS dapat menerapkan sanksi lanjutan, khususnya pada sektor bisnis mengingat keterlibatan korps tersebut dalam ekonomi Iran.

Sejumlah entitas di tubuh Garda Revolusi dan yang berafiliasi dengannya telah disasar oleh rangkaian sanksi AS atas tuduhan kegiatan proliferasi nuklir, sokongan terorisme, dan pelanggaran hak asasi manusia.

Apa yang dikatakan Presiden Trump?
Pernyataan Trump sebagai berikut: "Langkah yang belum pernah diambil ini, yang dipimpin Departemen Luar Negeri, mengenali realitas bahwa Iran tidak saja negara sponsor terorisme tapi Garda Revolusi juga secara aktif berpartisipasi dalam pendanaan dan mendukung terorisme sebagai alat negara."

Ditambahkan Trump, langkah itu dimaksudkan untuk "meluaskan cakupan dan taraf secara signifikan" terkait tekanan terhadap Iran.

"Jika Anda berbisnis dengan IRGC, Anda mendanai terorisme," kata Trump, merujuk Garda Revolusi Iran.

Konsekuensi dari pemberian label terhadap Garda Revolusi Iran, menurut Deplu AS, akan berlaku dalam tempo sepekan mendatang.

 Apakah ada ketidaksetujuan di antara bawahan Trump?

Menteri Luar Negeri, Mike Pompeo, dan Penasihat Keamanan Nasional, John Bolton, mendukung keputusan Trump.

Pada Senin (8/4), Pompeo mengatakan AS akan terus menerapkan sanksi dan tekanan agar Iran "bersikap seperti negara normal" seraya mendorong sekutu-sekutu AS menempuh langkah serupa.

"Para pemimpin Iran bukan sosok revolusioner dan rakyat berhak mendapat yang lebih baik," sebutnya.

Belakangan dia mencuit: "Kami harus membantu rakyat Iran meraih kembali kebebasan mereka."

Senada dengan Pompeo, Bolton mengatakan cap teroris yang melekat pada Garda Revolusioner adalah "langkah yang benar".

Namun, sejumlah pejabat Pentagon, termasuk Ketua Gabungan Kepala Staf, Jenderal Joe Dunford, mengemukakan kekhawatirannya soal keselamatan para pasukan AS, sebagaimana dilaporkan harian Wall Street Journal.

Para pejabat militer memperingatkan bahwa pemberian label itu bisa memicu aksi kekerasan terhadap pasukan AS di Timur Tengah, tanpa memberikan dampak signifikan terhadap ekonomi Iran.

Badan Intelijen AS (CIA) juga dilaporkan menentang langkah Trump.
Bagaimana tanggapan Iran?

Dewan Keamanan Nasional Iran mendeklarasikan Komando Pusat AS (Centcom) sebagai organisasi teroris setelah Menlu Iran, Javad Zarif, mendorong Presiden Hassan Rouhani memberikan tanggapan tersebut, sebut media pemerintah Iran, IRINN.

Centcom adalah bagian dari Pentagon yang mengomandoi kepentingan keamanan Washington di bagian pusat peta dunia, seperti Afghanistan, Irak, Iran, Pakistan, dan Suriah.

Republik Islam tersebut sejak pekan lalu sudah memperingatkan akan membalas ketika rencana pemerintahan Trump pertama kali mengemuka.

Di sisi lain, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, yang akan bertarung dalam pemilu pada Selasa (9/4) menyambut baik aksi AS.

Garda Revolusi, divisi elite militer Iran, dibentuk sesaat setelah Revolusi 1979 guna membela sistem keislaman dalam negara tersebut sekaligus memberi perimbangan pada angkatan bersenjata konvensional.

Sejak dibentuk, Garda Revolusi menjadi kekuatan politik dan ekonomi Iran. Garda Revolusi punya keterkaitan erat dengan Pemimpin Agung, Ayatollah Ali Khamenei, dan sejumlah sosok elite lainnya.

IRGC diperkirakan berkekuatan 150.000 personel yang aktif di semua matra, baik darat, laut, dan udara. IRGC juga punya wewenang dalam mengawasi persenjataan strategis Iran, termasuk rudal-rudal balistik.

Garda Revolusi menebar pengaruh di Timur Tengah dengan menggelontorkan uang, persenjataan, teknologi, pelatihan, dan konsultasi kepada negara-negara sekutu serta organisasi bersenjata melalui sayap operasi luar negeri, pasukan Quds (Jerusalem).***dtc/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 142 kali