cache/resized/f695b99f0277758dfe81e7b4284ae74e.jpg
Naples(MedanPunya) Dries Mertens tak menahan diri ketika ditanya soal keputusan Maurizio Sarri ...
cache/resized/f95acf087ea3c8aaa4510ffa1381d291.jpg
Pyongyang(MedanPunya) Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un dikabarkan meminta uang kepada ...
cache/resized/a169e5794c5351a617f5fa2480cc01f3.jpg
Beijing(MedanPunya) Citra satelit terbaru menunjukkan aktivitas China yang tengah membuat kapal ...

Pyongyang(MedanPunya) Perombakan penting terjadi di jajaran petinggi Korea Utara ( Korut) di mana Pemimpin Seremonial Kim Yong Nam diganti. Berusia 91 tahun, Kim Yong Nam yang menjabat selama 20 tahun terakhir digantikan Choe Ryong Hae saat sesi pertama Pertemuan Rakyat Tertinggi.

Salah satu petinggi dengan masa jabatan terlama di Korut, KCNA memberitakan Jumat (12/4), Kim hadir dalam beberapa pertemuan penting tahun lalu.

Antara lain Olimpiade Musim Dingin di Pyeongchang, Korea Selatan (Korsel) pada Februari 2018, serta pertemuan dengan China, Korsel, hingga Amerika Serikat (AS). Si pengganti Choe, dikenal sebagai tangan kanan Pemimpin Korut Kim Jong Un, lahir pda 1950. Menunnjukkan adanya pergantian regenerasi di Korut.

Choe merupakan satu dari tiga pejabat tinggi Korut yang disanksi oleh AS karena dituduh melakukan kejahatan terhadap hak asasi manusia. Negosiator nulklir top Kim Yong Chol dan sederet petinggi lain yang berjasa dalam pertemuan AS-Korut menjadi anggota Komisi Urusan Dalam Negeri.

Kemudian Menteri Luar Negeri Ri Yong Ho dan wakilnya Choe Son Hui dipromosikan masuk dalam jajaran penentu keputusan negara. Kemudian Menteri Utama Pyongyang Pak Pong Ju digantikan Kim Jae Ryong, anggota senior pada Partai Buruh Korea yang menjadi penguasa.

Analis di NK News mengatakan Pak membantu mengatur "reformasi radikal" perekonomian sehingga negara komunis tersebut bisa terbebas dari sanksi. Adapun sesuai dugaan, pertemuan sesi pertama itu juga menghasilkan keputusan Kim Jong Un terpilih lagi sebagai Ketua Komisi Urusan Dalam Negeri.

Pekan ini, Kim bersikukuh Korut bakal melewati sanksi yang diberikan AS, dan menyatakan negara harus bergantung kepada kekuatan sendiri.***kps/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 91 kali