cache/resized/f695b99f0277758dfe81e7b4284ae74e.jpg
Naples(MedanPunya) Dries Mertens tak menahan diri ketika ditanya soal keputusan Maurizio Sarri ...
cache/resized/f95acf087ea3c8aaa4510ffa1381d291.jpg
Pyongyang(MedanPunya) Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un dikabarkan meminta uang kepada ...
cache/resized/a169e5794c5351a617f5fa2480cc01f3.jpg
Beijing(MedanPunya) Citra satelit terbaru menunjukkan aktivitas China yang tengah membuat kapal ...

Washington(MedanPunya) Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan bahwa dirinya tidak tahu-menahu tentang WikiLeaks, situs yang mengungkap banyak dokumen rahasia pemerintahan ke dunia maya.

Pernyataan Trump tersebut dibuat saat menjawab pertanyaan wartawan di ruang kerjanya di Gedung Putih, beberapa jam seusai penangkapan Julian Assange, pendiri WikiLeaks, di London.

Saat dimintai komentar oleh para jurnalis terkait penangkapan Assange, Trump langsung menjawab, "Saya tidak tahu apa pun tentang WikiLeaks. Itu bukan hal saya."

Namun, pernyataan sang presiden itu berlawanan dengan sikapnya selama masa kampanye kepresidenan pada 2016.

Russian Times (RT) menemukan, Trump jauh lebih terbuka membicarakan tentang situs transparansi tersebut saat dirinya masih belum menjabat sebagai presiden AS. Trump bahkan sangat memuji kinerja WikiLeaks setelah situs itu membocorkan dokumen kampanye dari saingannya, Hillary Clinton.

Dalam sejumlah cuplikan pidato selama kampanye, yang dirangkum RT dan diunggah ke akun Twitter miliknya, terlihat jika Trump beberapa kali menyebut situs itu dengan istilah "luar biasa" dan bahkan Trump sempat berkata jika dirinya "mencintai" apa yang dilakukan situs itu.

Ironisnya, pernyataan itu justru digunakan untuk melawan Trump oleh para pendukung teori konspirasi yang menganggap Trump telah bekerja sama dengan pemerintah Rusia untuk memenangi pemilihan.

Rusia telah dituduh meretas jaringan komputer Komite Nasional Demokrat (DNC) untuk mencuri dokumen dan merilisnya melalui WikiLeaks. Tuduhan itu dibantah Moskwa maupun Trump.

Pendiri WikiLeaks Julian Assange telah ditahan oleh otoritas Inggris di London pada Kamis (11/4) setelah suaka politiknya dicabut oleh pemerintah Ekuador yang juga menangguhkan kewarganegaraannya.

Petugas dari kepolisian London lantas diizinkan untuk masuk ke dalam kantor kedutaan besar Ekuador untuk menyeret Assange keluar, mengakhiri persembunyiannya selama hampir tujuh tahun dengan misi diplomatik.

Banyak yang kemudian mengaitkan penangkapan Assange dengan permohonan deportasi oleh AS, yang menganggap Assange terlibat dalam kasus konspirasi dengan sumber WikiLeaks, Chelsie Manning, dalam kebocoran dokumen militer rahasia AS satu dekade lalu.

Sidang untuk memutuskan deportasi Assange ke AS akan digelar pada 2 Mei.***kps/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 111 kali