cache/resized/e7c744cd89e31cec761eab760e829fec.jpg
Medan(MedanPunya) Gubernur Edy Rahmayadi menegaskan keharusan Apatur Sipil Negara (ASN) Sumatera ...
cache/resized/6039b8c3883e38106b1a3814f7533f80.jpg
Jakarta(MedanPunya)  KPK mengamankan Wali Kota Medan Dzulmi Eldin dalam operasi tangkap tangan ...
cache/resized/f86de64f77ac713dca1ea98db290abda.jpg
Jakarta(MedanPunya) Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati ikut buka suara terkait banyaknya ...

Washington(MedanPunya) Untuk kali pertama dalam satu dekade terakhir, Departemen Pertahanan AS menolak permintaan untuk merilis informasi seputar cadangan nuklir Amerika Serikat.

Departemen Energi AS sejak 2010 telah secara rutin melakukan deklasifikasi atau mengungkapkan informasi rahasia terkait jumlah hulu ledak nuklir mereka atas permintaan dari Federasi Ilmuwan Amerika (FAS).

Namun tahun ini, Pentagon menolak untuk memenuhi permintaan FAS, yang diajukan pada 1 Oktober lalu, untuk mengungkapkan jumlah hulu ledak aktif dan yang telah dibongkar selama 2018.

"Setelah mempertimbangkan dengan cermat, diputuskan bahwa informasi yang diminta tidak dapat diungkapkan untuk saat ini," tulis Direktur Kantor Klasifikasi Departemen Energi, Andrew P Weston-Dawkes, dalam surat yang menyampaikan keputusan Departemen Pertahanan pada 5 April.

Cadangan nuklir AS termasuk dalam daftar "data yang dulu dibatasi", dalam kategori yang diklasifikasi berdasarkan Undang-Undang Energi Atom. Departemen Energi AS tidak keberatan dengan pemberian data cadangan nuklir tersebut, namun Pentagon menolaknya.

FAS merupakan sebuah grup swasta yang melakukan studi masalah senjata nuklir dan telah mengadvokasi keterbukaan pemerintah mengenai masalah keamanan nasional.

Pentagon maupun Departemen Energi AS tidak memberikan alasan terperinci atas penolakan deklarifikasi informasi tersebut.

Selama masa pemerintahan Trump, telah dilakukan satu kali deklasifikasi informasi cadangan hulu ledak nuklir, yakni pada 30 September 2017, yang mengungkapkan ada 3.822 hulu ledak yang dimiliki AS saat itu.

Jumlah tersebut mengalami penurunan sebanyak 196 buah hulu ledak dibandingkan laporan pada 2016.

Sementara jumlah hulu ledak nuklir yang dibongkar pada 2017 ada sebanyak 354 buah, meningkat dibandingkan pembongkaran hulu ledak setahun sebelumnya yang berjumlah 258 buah.

Saat pertama kali dilakukan deklasifikasi pada 2010, jumlah hulu ledak nuklir yang dilaporkan Departemen Energi adalah sebanyak 5.113 hulu ledak.

Keputusan deklarifikasi cadangan hulu ledak nuklir tersebut dilakukan awalnya bertujuan untuk meningkatkan transparansi persediaan senjata nuklir dan pembongkarannya, sebagai upaya mencegah pertambahan penyebaran dan kepemilikan senjata nuklir di dunia.***kps/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 162 kali