cache/resized/e7c744cd89e31cec761eab760e829fec.jpg
Medan(MedanPunya) Gubernur Edy Rahmayadi menegaskan keharusan Apatur Sipil Negara (ASN) Sumatera ...
cache/resized/6039b8c3883e38106b1a3814f7533f80.jpg
Jakarta(MedanPunya)  KPK mengamankan Wali Kota Medan Dzulmi Eldin dalam operasi tangkap tangan ...
cache/resized/f86de64f77ac713dca1ea98db290abda.jpg
Jakarta(MedanPunya) Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati ikut buka suara terkait banyaknya ...

Bangkok(MedanPunya) Raja Thailand menikah dengan wakil kepala pengawal pribadinya, dan memberinya gelar ratu, menurut pernyataan kerajaan.

Pengumuman mengejutkan datang sebelum upacara penobatannya yang dimulai pada hari Sabtu (4/5), pada saat itulah dia resmi ditahbiskan menjadi Raja Thailand.

Raja Maha Vajiralongkorn yang berusia 66 tahun, menjadi raja konstitusional setelah kematian ayahnya yang mangkat pada tahun 2016.

Sebelumnya, dia telah menikah dan bercerai tiga kali dan memiliki tujuh anak.

Pernyataan kerajaan mengatakan : Raja Vajiralongkorn "telah memutuskan untuk mempromosikan Jenderal Suthida Vajiralongkorn Na Ayudhya, permaisuri kerajaannya, untuk menjadi Ratu Suthida dan dia akan memegang gelar kerajaan dan status sebagai bagian dari keluarga kerajaan".

Raja Vajiralongkorn telah lama menjalin hubungan dengan Ratu Suthida dan telah terlihat bersamanya di depan umum selama bertahun-tahun, meskipun hubungan mereka belum pernah secara resmi diakui.

Rekaman dari upacara pernikahan ditayangkan di saluran TV Thailand Rabu (01/05) malam, memperlihatkan anggota keluarga kerajaan dan penasihat istana yang hadir.

Raja terlihat menuangkan air suci di kepala Ratu Suthida. Pasangan itu kemudian menandatangani surat nikah.

Pada 2014, Vajiralongkorn menunjuk Suthida Tidjai, mantan pramugari Thai Airways, sebagai wakil komandan unit pengawalnya. Dia menjadikannya seorang jenderal penuh di ketentaraan pada Desember 2016.

Raja sebelumnya, Bhumibol Adulyadej, memerintah selama 70 tahun, menjadikannya raja yang paling lama memerintah di dunia ketika dia wafat pada tahun 2016.***dtc/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 143 kali