cache/resized/568a86d8d8e289493dd92041cc167676.jpg
Doha(MedanPunya) FIFA secara resmi meluncurkan logo Piala Dunia 2022. Logo Piala Dunia yang akan ...
cache/resized/e7d56ad1eb9b6dc4f18b672b05a683f0.jpg
Bangkok(MedanPunya) Kerajaan Thailand dilaporkan merilis foto selir Raja Maha Vajiralongkorn dalam ...
cache/resized/f695b99f0277758dfe81e7b4284ae74e.jpg
Naples(MedanPunya) Dries Mertens tak menahan diri ketika ditanya soal keputusan Maurizio Sarri ...

Washington(MedanPunya) Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan dukungannya secara penuh terhadap aksi Israel yang menyerang Jalur Gaza.

"Sekali lagi, Israel menghadapi gelombang serangan roket oleh grup teroris Hamas dan Islamic Jihad. Kami mendukung Israel 100 persen untuk menlindungi warganya," kata Trump di Twitter.

"Kepada rakyat Gaza, aksi teroris ini tak akan memberikan apapun kepada kalian. AKHIRI kekerasan ini dan bekerjasamalah. Itu bisa terjadi," ujar Trump.

Pesan presiden 72 tahun itu muncul di tengah konflik Gaza yang memanas sejak perang 2014, di mana 19 warga Palestina dan empat orang Israel terbunuh.

Kementerian Kesehatan Gaza menyatakan di antara korban tewas terdapat ibu hamil dam bayi berusia empat bulan. Militer Islamic menolak berkomentar atas klaim itu.

Sementara sembilan lainnya dilaporkan merupakan milisi yang tergabung dengan Hamas maupun Islamic Jihad yang berafiliasi dengan kelompok itu. Di sisi Israel, tiga di antara empat korban tewas merupakan warganya.

Dengan Tel Aviv tak menyatakan identitas maupun kewarganegaraan korban keempat. Israel melakukan serangan udara yang menargetkan markas keamanan setelah milisi Gaza menembakkan 600 roket sejak Sabtu pekan lalu (4/5).

Pemerintahan Trump dikenal sangat dekat dengan sayap kanan Israel. Penasihat sekaligus menantunya jared Kushner sudah mempunyai rancangan perdamaian Timur Tengah.

Namun dalam rencana itu, Kushner disebut menarik diri dari solusi dua negara yang selama ini didengungkan, dan memilih menerima Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Para pemimpin Israel sudah menyatakan tidak akan meneriam tawaran mediasi apapun dari Trump yang dianggap begitu memihak Israel melalui serangkaian keputusan kontroversialnya. Israel sudah lama menginginkan Kota Suci Yerusalem sebagai ibu kota mereka.

Namun Palestina berharap bisa mendapat Yerusalem Timur sebagai ibu kota masa depan mereka.***kps/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 79 kali