cache/resized/e7c744cd89e31cec761eab760e829fec.jpg
Medan(MedanPunya) Gubernur Edy Rahmayadi menegaskan keharusan Apatur Sipil Negara (ASN) Sumatera ...
cache/resized/6039b8c3883e38106b1a3814f7533f80.jpg
Jakarta(MedanPunya)  KPK mengamankan Wali Kota Medan Dzulmi Eldin dalam operasi tangkap tangan ...
cache/resized/f86de64f77ac713dca1ea98db290abda.jpg
Jakarta(MedanPunya) Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati ikut buka suara terkait banyaknya ...

Washington(MedanPunya) Menteri Luar Negeri Amerika Serikat ( AS) Mike Pompeo menuturkan pemerintahan Presiden Donald Trump tidak ingin terlibat perang dengan Iran.

Meski begitu, Pompeo memperingatkan AS bakal membalas dengan "tegas dan cepat" setiap serangan yang dilakukan Iran.

Pompeo menuturkan, Iran bertanggung jawab atas serangkaian tindakan maupun pernyataan yang bersifat mengancam dalam beberapa pekan terakhir.

Dia tidak menyebut secara spesifik tentang cakupan ancaman itu. Namun sumber dari internal Gedung Putih berkata, mereka mengamati pasukan Iran memindahkan rudal ke kapal perang mereka.

Pompeo sampai harus memotong kunjungan ke luar negeri dan segera kembali ke Washington demi menggelar pertemuan untuk membahas situasi di Iran dan Korea Utara (Korut).

"Rezim di Iran harus memahami bahwa segala serangan yang mengancam kepentingan maupun warga AS bakal mendapat balasan yang tegas dan cepat," kata Pompeo.

Dia memperingatkan Teheran untuk tidak mengira bahwa AS tengah "menahan diri" karena "tidak mempunyai keberanian", serta mengumumkan tawaran dari Trump. Trump, kata Pompeo, telah mengungkapkan keinginannya untuk bertemu dengan pemimpin Iran dan berdialog untuk memberi mereka masa depan yang dibutuhkan.

Pejabat intelijen anonim AS kemudian memaparkan berdasarkan informasi yang mereka peroleh, tidak ada indikasi Iran mengendurkan aktivitas mereka.

Sumber itu menjelaskan intelijen menunjukkan hendak mengerahkan rudal balistik jarak pendek dan rudal penjelajah dari kapal mereka ke Teluk Persia. Militer AS meyakini rudal tersebut bisa diluncurkan dari kapal kecil bernama dhows. Diketahui kapal itu milik Garda Revolusi, bukan angkatan laut reguler.

Sebagai tambahan, sumber itu mengungkapkan bahwa Iran terus memberikan ancaman kepada markas maupun pangkalan udara AS yang berada di Timur Tengah.

Saat ini, mereka tengah memantau percakapan dari beberapa tokoh kunci untuk menemukan petunjuk apakah pemerintah Iran memerintahkan serangan ke markas AS itu.

Peneliti di Middle East Institute Alex Vatanka mengatakan Iran bakal melakukan persiapan dengan sangat matang jika berniat berperang dengan AS.

"Jika Iran serius, mereka harus memikirkan bagaimana cara untuk membalas AS yang kemudian mendapat bantuan dari sekutunya," terang Vatanka.

Karena itu, Vatanka memercayai Teheran tidak akan begitu saja memprovokasi AS karena bisa berimbas terhadap pengaruh mereka di seluruh kawasan.***kps/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 185 kali