cache/resized/e7c744cd89e31cec761eab760e829fec.jpg
Medan(MedanPunya) Gubernur Edy Rahmayadi menegaskan keharusan Apatur Sipil Negara (ASN) Sumatera ...
cache/resized/6039b8c3883e38106b1a3814f7533f80.jpg
Jakarta(MedanPunya)  KPK mengamankan Wali Kota Medan Dzulmi Eldin dalam operasi tangkap tangan ...
cache/resized/f86de64f77ac713dca1ea98db290abda.jpg
Jakarta(MedanPunya) Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati ikut buka suara terkait banyaknya ...

Kiev(MedanPunya) Perdana Menteri Ukraina Volodymyr Groysman mengatakan bahwa dirinya akan segera mengajukan pengunduran diri setelah presiden terpilih Volodymyr Zelensky dilantik.

"Saya telah memutuskan untuk mengajukan pengunduran diri saya pada hari Rabu, setelah pertemuan pemerintah," ujar Groysman.

Sebelumnya, presiden terpilih Ukraina, Volodymyr Zelensky, telah resmi dilantik pada hari Senin dan mengumumkan akan membubarkan parlemen, Verkhovna Rada, dalam pidato pengukuhannya.

Presiden juga mengatakan akan menggelar pemilihan parlemen lebih cepat dari agenda awal yang dijadwalkan pada bulan Oktober.

Groysman juga mendesak kepada para menteri untuk mengundurkan diri, meskipun hukum Ukraina memang mewajibkan pemerintahan untuk melakukannya setelah pemilihan parlemen.

"Pemerintah mengundurkan diri di depan (parlemen) Verkhovna Rada yang baru terpilih, bukan di depan presiden baru," kata dia, yang telah menjabat sebagai perdana menteri sejak April 2016.

Dia menegaskan bahwa dirinya tidak diperintahkan untuk mundur melainkan memilih untuk mengundurkan diri.

Groysman mengatakan, dirinya telah menawarkan untuk bekerja di bawah Zelensky, tetapi menambahkan bahwa "presiden telah memilih jalan yang berbeda".

Dia pun memuji pemerintahannya yang telah bekerja selama tiga tahun terakhir.

"Saya tidak malu dengan yang bisa kami lakukan. Negara ini dalam keadaan baik," ujarnya.

Zelensky tidak mendapat dukungan dari mayoritas parlemen Ukraina saat ini. Zelensky bahkan menyebut para anggota parlemen sebagai "penjahat kecil".

Menjelang pelantikan, Zelensky sudah mengatakan bakal meluncurkan proses pembubaran parlemen yang sangat kompleks dan menyerukan pemilihan baru untuk mendapatkan keuntungan dari popularitasnya saat ini.

Timnya mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Jumat bahwa negara membutuhkan "parlemen yang berfungsi."

Status hukum dari langkah Zelensky untuk membubarkan parlemen tidak pasti. Kendati demikian pembubaran hampir dipastikan bakal berlanjut, kata analis politik.

"Tidak ada mekanisme atau instrumen untuk menghentikan keputusan ini," kata analis politik Ukraina, Mykola Davydchuk.***kps/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 105 kali