cache/resized/e7c744cd89e31cec761eab760e829fec.jpg
Medan(MedanPunya) Gubernur Edy Rahmayadi menegaskan keharusan Apatur Sipil Negara (ASN) Sumatera ...
cache/resized/6039b8c3883e38106b1a3814f7533f80.jpg
Jakarta(MedanPunya)  KPK mengamankan Wali Kota Medan Dzulmi Eldin dalam operasi tangkap tangan ...
cache/resized/f86de64f77ac713dca1ea98db290abda.jpg
Jakarta(MedanPunya) Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati ikut buka suara terkait banyaknya ...

Anchorage(MedanPunya) Sejumlah jet siluman F-22 milik Amerika Serikat (AS) dikerahkan untuk mencegat sejumlah pesawat militer Rusia di lepas pantai Alaska. Setidaknya ada empat pesawat pengebom dan dua jet tempur Su-35 milik Rusia yang terdeteksi terbang di dekat wilayah pertahanan AS.

Komando Pertahanan Dirgantara Amerika Utara (NORAD) dalam pernyataannya menyebut pesawat-pesawat pengebom jarak jauh dengan kemampuan nuklir milik Rusia terdeteksi terbang ke dalam Zona Identifikasi Pertahanan Udara, yang membentang 321 kilometer dari pantai barat Alaska.

Pesawat pengebom Rusia itu dipandang oleh para pejabat militer AS sebagai bagian dari upaya-upaya Rusia untuk melatih militernya dalam menghadapi situasi krisis, sambil mengirimkan pesan kekuatan ke musuh.

Insiden ini terjadi di tengah ketegangan antara AS dan Rusia terkait isu geopolitik. Sepekan sebelumnya, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin di Sochi, Rusia. Saat itu Pompeo memperingatkan Rusia untuk tidak mencampuri pemilu AS.

NORAD dalam pernyataannya menyebut terdeteksi oleh sejumlah jet tempur F-22 dan sebuah pesawat Sistem Kendali dan Peringatan Dini Udara E-3 dari NORAD.

"Secara positif mengidentifikasi dan mencegat total empat pesawat pengebom Tupolev Tu-95 dan dua jet tempur Su-35 memasuki Zona Identifikasi Pertahanan Udara Alaska (ADIZ) pada 20 Mei," demikian pernyataan NORAD.

"Dua pesawat pengebom dicegat oleh dua jet tempur F-22 dan kelompok kedua pesawat pengebom dengan sejumlah jet tempur Su-35 dicegat oleh kemudian oleh dua jet tempur F-22 lainnya, sedangkan E-3 memberikan pemantauan keseluruhan," imbuh pernyataan NORAD.

"Pesawat pengebom dan jet tempur Rusia tetap berada di dalam wilayah udara internasional dan tidak masuk ke dalam wilayah udara kedaulatan Amerika Serikat atau Kanada," sebut NORAD dalam pernyataannya.

Dalam pernyataan pada Selasa (21/5) waktu setempat, Kementerian Pertahanan Rusia mengonfirmasi insiden tersebut. Rusia menyebut pesawat-pesawat pengebom Tu-95 melakukan penerbangan terjadwal.

"Melakukan misi singkat terjadwal di atas perairan netral di Laut Chukotka, Laut Bering dan Laut Okhotsk, juga di sepanjang pantai barat Alaska dan pantai utara Kepulauan Aleutian," sebut Kementerian Pertahanan Rusia.

"Pada rute tertentu, pesawat Rusia dikawal sejumlah jet tempur #F22 dari #USAF. Total penerbangan melebihi 12 jam," imbuh pernyataan kementerian.

Sebelumnya, insiden serupa pernah terjadi pada Januari lalu, saat sebuah pesawat E-3 dan dua jet tempur F-22 milik AS bersama dua jet tempur CF-18 milik Kanada 'positif mengidentifikasi' dua pesawat pengebom strategis Blackjack Tu-160 Rusia memasuki Zona Identifikasi Pertahanan Udara Kanada. NORAD bertugas melakukan patroli di wilayah udara AS dan Kanada juga pada zona identifikasi pertahanan udara.***dtc/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 106 kali