cache/resized/e7c744cd89e31cec761eab760e829fec.jpg
Medan(MedanPunya) Gubernur Edy Rahmayadi menegaskan keharusan Apatur Sipil Negara (ASN) Sumatera ...
cache/resized/6039b8c3883e38106b1a3814f7533f80.jpg
Jakarta(MedanPunya)  KPK mengamankan Wali Kota Medan Dzulmi Eldin dalam operasi tangkap tangan ...
cache/resized/f86de64f77ac713dca1ea98db290abda.jpg
Jakarta(MedanPunya) Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati ikut buka suara terkait banyaknya ...

Washington(MedanPunya) Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyebut Iran jelas-jelas bertanggung jawab dalam serangan kapal tanker di Teluk Oman.

Di tengah hubungan dua negara yang memanas, Trump menafikan ancaman Iran bahwa konflik bakal menutup Selat Hormuz, celah sempit yang menjadi jalur penting perdagangan minyak.

Trump berkomentar beberapa jam setelah Komando Sentral merilis gambar serta foto yang menyebut pasukan Iran terlibat dalam serangan yang berlangsung Kamis (13/6).

"Iran jelas pelakunya," kata Trump. "Kalian tahu mereka melakukannya karena kalian melihat kapalnya," lanjutnya.

Menurut Trump, dia menduga salah satu ranjau yang ditanam Iran tidak meledak dan sudah jelas Teheran yang melaksanakan penyerangan terhadap dua kapal itu.

"Anda melihat kapal itu pada malam hari. Mereka dengan sukses berusaha mencopot ranjau yang ada di kapal itu. Aksi mereka berhasil ketahuan," tuturnya.

Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif berkicau di Twitter bahwa Washington langsung saja membuat tuduhan itu tanpa mendapatkan bukti atau fakta di lapangan.

Sementara Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menuturkan perlunya ada penyelidikan independen. Dia berkata sangat penting memastikan siapa yang bertanggung jawab.

"Sudah jelas untuk mendapatkan pelaku itu, kami harus melaksanakan investigasi yang independen," terang Guterres kepada awak media di markas PBB New York.

Sementara Menteri Luar Negeri Inggris Jeremy Hunt menjelaskan dari penyelidikan negaranya, hampir pasti Iran melakukan serangan itu melalui pasukan Garda Revolusi.

Sebelumnya Iran sudah memperingatkan mereka bakal memblokir Selat Hormuz menggunakan piranti teknologi namun efektif jika AS berani menyerang mereka.

Ancaman Iran itu berpotensi mengganggu lalu lintas kapal tanker yang keluar dari kawasan Teluk menuju Samudera Hindia, dan menghalangi pasokan minyak dunia.

Trump bereaksi dengan menegaskan Iran tak akan menutup Hormuz. "Mereka tak akan melakukannya. Mereka tahu itu. Mereka sudah mendapat perkataan tegas," tuturnya.

Menteri Energi Arab Saudi Khalid al-Falih mengatakan Riyadh memantau situasi itu dengan "perhatian penuh" dan meminta tindakan tegas untuk mengamankan lalu lintas maritim.

China menyerukan kepada semua pihak yang bertikai untuk menyelesaikannya melalui dialog. Sementara Uni Eropa meminta agar mereka semua "menahan diri".***kps/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 109 kali