cache/resized/e7c744cd89e31cec761eab760e829fec.jpg
Medan(MedanPunya) Gubernur Edy Rahmayadi menegaskan keharusan Apatur Sipil Negara (ASN) Sumatera ...
cache/resized/6039b8c3883e38106b1a3814f7533f80.jpg
Jakarta(MedanPunya)  KPK mengamankan Wali Kota Medan Dzulmi Eldin dalam operasi tangkap tangan ...
cache/resized/f86de64f77ac713dca1ea98db290abda.jpg
Jakarta(MedanPunya) Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati ikut buka suara terkait banyaknya ...

Washington(MedanPunya) Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump diejek oleh Iran setelah salah menyebut nama Pemimpin Tertinggi Iran saat mengumumkan sanksi baru AS. Bukannya menyebut Ayatollah Ali Khamenei yang kini memimpin, Trump menyebut mendiang Ayatollah Ruhollah Khomeini yang telah meninggal 30 tahun lalu.

Insiden salah sebut ini terjadi saat Trump mengumumkan sanksi-sanksi baru AS untuk Iran di Ruang Oval, Gedung Putih pada Senin (24/6) waktu setempat. Sanksi AS juga turut dijatuhkan terhadap Pemimpin Tertinggi Iran saat ini, Ayatollah Ali Khamenei.

Namun terdengar dalam video yang dirilis Gedung Putih bahwa Trump menyebutnya sebagai 'Khomeini' bukan 'Khamenei'.

"Sanksi-sanksi diberlakukan melalui perintah eksekutif yang akan saya tanda tangani untuk menghalangi Pemimpin Tertinggi dan kantor Pemimpin Tertinggi, dan pihak-pihak yang berafiliasi dekat dengannya dan kantornya, dalam mengakses sumber daya dan dukungan finansial penting," ucap Trump.

"Aset-aset Ayatollah Khomeini dan kantornya tidak akan lepas dari sanksi-sanksi ini," tegas Trump dalam pengumumannya.

Trump bermaksud menyebut Ayatollah Khameini, seperti dikonfirmasi transkrip yang dirilis Gedung Putih dan pengumuman yang disampaikan oleh Kementerian Keuangan AS.

Khomeini atau Ayatollah Ruhollah Khomeini merupakan pemimpin revolusi dan pendiri Republik Islam Iran. Khomeini memimpin Iran sebagai Pemimpin Tertinggi sejak Revolusi Iran tahun 1979 hingga dia meninggal dunia tahun 1989.

Kesalahan Trump menyebut nama Pemimpin Tertinggi Iran ini langsung menjadi bulan-bulanan publik di media sosial, khususnya publik Iran.

"Trump tidak tahu bahwa Ayatollah Khomeini telah meninggal dunia dan bahwa Ayatollah Khamenei adalah pemimpin Iran kini," sebut Sara Masoumi yang merupakan koresponden diplomatik untuk harian reformis Iran, Etemad, via akun Twitternya.

"Apakah si narsis ini menunggunya (pria yang sudah meninggal) untuk memanggilnya?" tulis seorang pengguna Twitter lainnya.

"Melihat Ayatollah Khomeini trending (di Twitter), padahal dia sudah meninggal sejak lama, dan berkata pada diri saya, 'Ini pasti ada kaitannya dengan kebodohan @realDonaldTrump'," demikian komentar pengguna Twitter lainnya.

Seorang pengguna media sosial lainnya menyebut bahwa Trump sebenarnya 'membalas dendam' pada Khamenei, yang sebelumnya dilaporkan sempat salah menyebut nama Trump sebagai 'Ronald' bukan 'Donald'.***dtc/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 168 kali