cache/resized/e7c744cd89e31cec761eab760e829fec.jpg
Medan(MedanPunya) Gubernur Edy Rahmayadi menegaskan keharusan Apatur Sipil Negara (ASN) Sumatera ...
cache/resized/6039b8c3883e38106b1a3814f7533f80.jpg
Jakarta(MedanPunya)  KPK mengamankan Wali Kota Medan Dzulmi Eldin dalam operasi tangkap tangan ...
cache/resized/f86de64f77ac713dca1ea98db290abda.jpg
Jakarta(MedanPunya) Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati ikut buka suara terkait banyaknya ...

Teheran(MedanPunya) Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Mohammad Javad Zarif melontarkan peringatan kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Diingatkannya bahwa Trump keliru jika berpikir perang antara kedua negara, jika terjadi, akan berlangsung singkat.

"Perang yang singkat dengan Iran adalah ilusi," tulis Zarif dalam postingan di Twitter.
"Siapa pun yang memulai perang tidak akan menjadi pihak yang mengakhirinya," imbuhnya.

Peringatan ini disampaikan Zarif setelah Trump mengatakan bahwa dirinya tidak ingin berperang dengan Iran, namun jika terjadi perang, maka itu tak akan berlangsung lama.

"Itu tak akan berlangsung sangat lama, saya bisa katakan itu," kata Trump dalam wawancara di Fox News.

"Saya tidak bicara tentang pasukan darat. Saya tidak mengatakan kita akan mengirimkan sejuta tentara," tutur Trump. "Saya cuma mengatakan bahwa jika sesuatu terjadi, itu tak akan berlangsung sangat lama," imbuhnya.

Dalam wawancara tersebut, Trump juga membela keputusannya membatalkan serangan militer terhadap Iran di menit-menit akhir, setelah pasukan elite Iran, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menembak jatuh sebuah drone militer AS pekan lalu.

"Saya sangat baik kepada mereka (Iran). Mereka menembak jatuh drone kita. Saya memutuskan untuk tidak membunuh banyak warga Iran," ujar Trump.

"Saya mengenal banyak orang Iran. Saya sangat menyukai orang Iran, dan hal itu juga berperan dalam keputusan Anda. Mereka umat manusia. Mereka warga. Saya tidak ingin membunuh 150 orang," imbuhnya.

Sebelumnya, Trump telah menyetujui untuk melakukan serangan militer ke sejumlah target Iran. Pada Kamis (20/6) malam, antara pukul 19.00 hingga 20.00 waktu AS, personel-personel militer AS di kawasan Teluk melakukan persiapan akhir untuk serangan udara. Dalam wawancara dengan program NBC 'Meet the Press', Trump mengatakan bahwa dalam hitungan menit sebelum serangan dilancarkan, dirinya kembali bertemu dengan tim penasihat dan jajaran pejabat militer AS.

"Mereka datang sekitar setengah jam sebelumnya. Dan mereka berkata, 'Pak, kami siap. Kami membutuhkan keputusan.' Saya katakan, 'Saya ingin tahu sesuatu sebelum Anda pergi. Berapa banyak orang yang akan tewas, dalam hal ini, warga Iran?'" tutur Trump merujuk pada jajaran pejabat tinggi militer AS.

"Mereka berkata -- datang kembali, mereka berkata, 'Pak, kira-kira 150 (orang tewas).' Dan saya berpikir sejenak dan saya berkata, 'Anda tahu, mereka (Iran-red) menembak jatuh sebuah drone tanpa awak, pesawat, apapun namanya. Dan di sini, kita duduk dengan (membahas) 150 orang tewas.' Saya tidak menyukainya. Saya pikir -- saya pikir itu tidak sepadan," terang Trump soal alasan yang mendasarinya membatalkan rencana serangan itu.***dtc/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 109 kali