cache/resized/568a86d8d8e289493dd92041cc167676.jpg
Doha(MedanPunya) FIFA secara resmi meluncurkan logo Piala Dunia 2022. Logo Piala Dunia yang akan ...
cache/resized/e7d56ad1eb9b6dc4f18b672b05a683f0.jpg
Bangkok(MedanPunya) Kerajaan Thailand dilaporkan merilis foto selir Raja Maha Vajiralongkorn dalam ...
cache/resized/f695b99f0277758dfe81e7b4284ae74e.jpg
Naples(MedanPunya) Dries Mertens tak menahan diri ketika ditanya soal keputusan Maurizio Sarri ...

Pyongyang(MedanPunya) Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-Un ikut memilih dalam pemilihan umum daerah yang digelar pada Minggu (21/7) waktu setempat. Pemilu daerah di Korut ini digelar dengan jumlah pemilih nyaris sempurna, yakni mencapai 99,98 persen pemilih terdaftar.

Karena tidak adanya persaingan antara para kandidat, pemilu di Korut pada dasarnya disebut oleh para pengamat sebagai ritual politik belaka. Situasi ini, menurut pengamat, memampukan otoritas Korut untuk mengklaim mandat populer sembari menanamkan loyalitas pada rezim Kim.

Jumlah pemilih yang datang menggunakan hak suaranya dalam pemilu pada Minggu (21/7) waktu setempat dilaporkan mencapai 99,98 persen. Jumlah ini naik sekitar 0,01 persen dari jumlah pemilih dalam pemilu tahun 2015 lalu.

Laporan kantor berita Korut, Korean Central News Agency (KCNA), menyebut hanya warga Korut di luar negeri yang sedang 'dalam kunjungan ke luar negeri atau bekerja di lautan' yang tidak bisa ikut memilih.

"Bahkan para pemilih dengan usia lanjut atau yang mengalami sakit menggunakan hak suara melalui kotak surat suara yang mobile," sebut KCNA dalam pernyataannya.

Korut yang terisolasi ini menggelar pemilu daerah setiap empat tahun untuk memilih perwakilan bagi setiap provinsi, kota dan distrik dalam dewan daerah setempat.

Biasanya, 99 persen pemilih di negara penganut sistem satu partai ini ikut dalam pemungutan suara. Mereka semua pada dasarnya memilih 'iya' untuk kandidat yang tidak punya saingan.

Rezim Korut seringkali membanggakan jumlah pemilih yang tinggi untuk menunjukkan 'kesatuan pemikiran tunggal' untuk memuja 'sosialisme yang terpusat pada rakyat ala Korea'.

Dilaporkan KCNA bahwa Kim Jong-Un mendatangi salah satu tempat pemungutan suara di Provinsi North Hamyong dan memilih dua kandidat, yang bernama Ju Song Ho dan Jong Song Sik, yang maju untuk kursi dewan distrik setempat.

"Dia dengan hangat mendorong mereka untuk menjadi pelayan rakyat yang setia dengan memenuhi tugas mereka untuk memenuhi harapan rakyat, menyadari sepenuhnya menjadi perwakilan rakyat," tulis KCNA dalam laporannya.

Tahun 2014 lalu, Kim Jong-Un mencalonkan diri untuk kursi Dewan Tertinggi Rakyat dan berhasil meraup 100 persen suara yang mendukungnya.***dtc/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 59 kali