cache/resized/89223fafb7193a09af541cb2610486b2.jpg
Jakarta(MedanPunya) Presiden Joko Widodo menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2020 ...
cache/resized/9e51edb2fb71b473d38ba9a7a712fc12.jpg
Washington(MedanPunya) Pemerintah Amerika Serikat tengah menyelidiki intensif apakah virus Corona ...
cache/resized/9a84fa7c035130d22fadbbf8666b577e.jpg
Medan(MedanPunya) Kapolda Sumatera Utara (Sumut) Irjen Martuani Sormin meminta semua pihak mematuhi ...

Paris(MedanPunya) Cover edisi terbaru Charlie Hebdo yang menampilkan karikatur Nabi Muhammad berpotensi memicu kemarahan umat muslim dunia. Namun kelompok muslim Prancis menyerukan agar umat muslim tetap tenang dan menghormati kebebasan berpendapat.

French Council of Muslim Religion dan Union of French Islamic Organisation merilis pernyataan gabungan yang meminta umat muslim tidak terpancing dengan karikatur Nabi Muhammad tersebut.

"Tetap tenang dan hindari reaksi emosional yang tidak sesuai dengan martabat ... sembari menghormati kebebasan berpendapat," demikian bunyi pernyataan gabungan tersebut.

Edisi terbaru majalah satire Charlie Hebdo akan diterbitkan pada Rabu (14/1) waktu setempat, atau seminggu setelah serangan brutal yang menewaskan 12 orang, termasuk pemimpin redaksi mereka, Stephane Charbonnier.

Dalam edisi terbaru tersebut, ditampilkan karikatur Nabi Muhammad dengan jubah putih yang tengah menitikkan air mata sambil memegang kertas bertuliskan 'Je Suis Charlie' atau yang berarti 'I am Charlie' di bawah headline berbunyi 'TOUT EST PARDONNE' yang berarti 'All is forgiven'.

Rencananya edisi terbaru Charlie Hebdo ini akan diterbitkan sebanyak 3 juta eksemplar. Padahal biasanya hanya dicetak sekitar 60 ribu eksemplar. Lonjakan fantastis ini dikarenakan banyak pelanggan di berbagai penjuru Prancis telah memesan edisi Rabu tersebut.

Charlie Hebdo menjadi target ekstremis setelah berulang kali mempublikasikan karikatur Nabi Muhammad. Beberapa orang yang menyatakan mendukung kebebasan berbicara menyatakan mereka 'bukan Charlie' karena mereka merasa majalah tersebut menghina Islam dan umat muslim.

Namun Arab World Institute di Paris mendukung penuh kampanye solidaritas bagi Charlie Hebdo. Tulisan besar berwarna merah yang berbunyi 'We are all Charlie' dalam bahasa Arab dan Prancis tergantung di bagian depan gedung institut kebudayaan yang didirikan oleh Prancis dan 18 negara Arab, termasuk Arab Saudi, Mesir dan Yaman tersebut.***dtc/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 1024 kali