cache/resized/89223fafb7193a09af541cb2610486b2.jpg
Jakarta(MedanPunya) Presiden Joko Widodo menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2020 ...
cache/resized/9e51edb2fb71b473d38ba9a7a712fc12.jpg
Washington(MedanPunya) Pemerintah Amerika Serikat tengah menyelidiki intensif apakah virus Corona ...
cache/resized/9a84fa7c035130d22fadbbf8666b577e.jpg
Medan(MedanPunya) Kapolda Sumatera Utara (Sumut) Irjen Martuani Sormin meminta semua pihak mematuhi ...

Seoul(MedanPunya) Pembelot Korea Utara yang upaya pelariannya dari kamp tahanan menjadi inti cerita sebuah buku, mengubah sebagian dari ceritanya dan meminta maaf karena membohongi banyak pihak.

Buku “Escape from Camp 14”, yang ditulis oleh mantan wartawan Washington Post Blaine Harden, membuat Shin Dong-hyuk terkenal di dunia internasional.

Shin mengatakan di laman Facebooknya bahwa dia mencoba menyembunyikan bagian dari masa lalunya.

“Kepada mereka yang mendukung saya, mempercayai saya selama ini, saya berterima kasih dan meminta maaf kepada kalian semua,” tulis Shin.

Dia juga mengatakan kemungkinan akan mengakhiri kampanye penutupan kamp-kamp tahanan di Korea Utara, satu faktor penting dalam penerbitan resolusi PBB yang merujuk Korea Utara ke pengadilan kejahatan internasional.

Tetapi Michael Kirby, pemimpin penyelidikan PBB yang mengatakan bahwa Pyongyang melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan, menegaskan bahwa penemuan penyelidikan selama satu tahun itu bisa dipertanggungjawabkan.

“Perhatian kami adalah pada pelanggaran hak asasi manusia selama 70 tahun. COI (komisi penyelidikan) bertemu ratusan saksi, sebagian sudah diunggah di internet, sehingga bisa dinilai oleh seluruh dunia,” ujar Kirby.

“Secara kolektif, kesaksian mereka meyakinkan.”

Dalam situsnya, Blaine Harden mengaakan telah menghubungi Shin, “menekan dia terkait perubahan itu dan dia menjelaskan kepada saya alasan dia berbohong”.

Harden menambahkan bahwa dia telah menyerahkan informasi baru ini ke harian Washington Post dimana dia menulis artikel pertama soal Shin pada 2008.

Harden dan Shin tidak merinci perubahan yang dibuat.

Harian Washington Post mengutip Harden yang mengatakan akan memperbaiki bukunya tetapi yakin bahwa elemen-elemen penting dalam benar.

Koran ini menjelaskan bahwa Shin mengatakan kepada Harden, dia dipindahkan dari Kamp 14 ke Kamp 18 dan di tempat baru ini dia mengkhianati ibu dan kakaknya.

Dia juga mengatakan kepada harden bahwa dia melarikan diri dari penjara untuk pergi ke Tiongkok, dia ditangkap dan dikembalikan ke Korea Utara.

Dalam pernyataan sebelumnya, Shin mengatakan tinggal di Kamp 14 hingga melarikan diri.

Dalam buku itu, Shin mengatakan dia disiksa pada usia 13 tahun setelah gagal melarikan diri dari Kamp 14, tempat dia dilahirkan ketika orang tuanya ditahan.

Dia akhirnya berhasil melarikan diri pada 2005, dengan mempergunakan jenazah rekannya yang tewas akibat pagar listrik ketika mencoba melarikan diri bersama-sama.

Dia mengatakan memberitahu seorang penjaga kamp mengenai rencana pelarian ibu dan kakaknya sehingga mereka dieksekusi mati.

Shing, yang tinggal di Korea Selatan, tidak bisa dihubungi. Oktober lalu, ayah Shin tampil di satu rekaman video Korea Utara untuk mengeamnya.

Saat itu Shin mengatakan ayahnya disandera oleh pihak berwenang di Pyongyang, agar dia tutup mulut.***cnn/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 926 kali