cache/resized/89223fafb7193a09af541cb2610486b2.jpg
Jakarta(MedanPunya) Presiden Joko Widodo menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2020 ...
cache/resized/9e51edb2fb71b473d38ba9a7a712fc12.jpg
Washington(MedanPunya) Pemerintah Amerika Serikat tengah menyelidiki intensif apakah virus Corona ...
cache/resized/9a84fa7c035130d22fadbbf8666b577e.jpg
Medan(MedanPunya) Kapolda Sumatera Utara (Sumut) Irjen Martuani Sormin meminta semua pihak mematuhi ...

London(MedanPunya) Para peretas jaringan komputer asal Tiongkok diperkirakan telah membuat Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS) mengalami kerugian hingga US$ 100 juta atau sekitar Rp 1,26 triliun, menurut dokumen badan intelijen National Security Agency (NSA) AS.

Hal ini terungkap dari sebuah dokumen milik NSA yang dibocorkan oleh Edward Snowden, mantan pegawai NSA yang kini dikenal sebagai pembocor informasi intelijen AS. Kali ini Snowden memberi dokumen tersebut kepada media Der Spiegel asal Jerman.

Dalam dokumen itu tercatat bahwa serangan-serangan siber yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir dan berasal dari Tiongkok lebih sering menargetkan infrastruktur militer Amerika Serikat. Hal ini didapat berdasarkan temuan dari penelitian AS terhadap jaringan komputer di Tiongkok.

Dokumen itu menyebut bahwa penelitian berhasil menemukan sebanyak 30.000 serangan siber termasuk pada jaringan Departemen Pertahanan AS. Serangan ini menyebabkan sebanyak 1.600 komputer yang terhubung pada jaringan di Departemen Pertahanan AS mengalami kerusakan.

Karena serangan ini, pemerintah AS harus mengeluarkan biaya hingga US$ 100 juta untuk memperbaiki jaringan dan perangkat komputer yang telah diretas.

Selain itu dalam dokumen yang dirilis oleh Snowden disebutkan juga Tiongkok bukan hanya menyerang sistem, tetapi juga mengambil informasi pertahanan AS. Seperti desain kapal selam nuklir, teknologi laser, dan beberapa rancangan pesawat jet.

Dalam dokumen tersebut juga dikatakan bahwa ketika NSA menelusuri jejak peretas lebih dalam, mereka tidak hanya menemukan sumber seranagn yang berasal dari Tiongkok. Tetapi juga menemukan bahwa Tiongkok telah mencuri banyak data dari negara di PBB termasuk AS.***cnn/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 1086 kali