cache/resized/89223fafb7193a09af541cb2610486b2.jpg
Jakarta(MedanPunya) Presiden Joko Widodo menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2020 ...
cache/resized/9e51edb2fb71b473d38ba9a7a712fc12.jpg
Washington(MedanPunya) Pemerintah Amerika Serikat tengah menyelidiki intensif apakah virus Corona ...
cache/resized/9a84fa7c035130d22fadbbf8666b577e.jpg
Medan(MedanPunya) Kapolda Sumatera Utara (Sumut) Irjen Martuani Sormin meminta semua pihak mematuhi ...

Washington(MedanPunya) Sidang pemakzulan terhadap Presiden Donald Trump di level Senat AS berlangsung sengit dan panas sejak Selasa (21/1). Ketua manajer yang ditunjuk DPR AS, Adam Schiff, dengan berapi-api menerangkan bahwa presiden ke-45 AS itu menipu agar bisa kembali terpilih pada PIlpres AS 2020 mendatang.

Schiff membacakan argumentasi mengapa Trump layak dimakzulkan oleh Senat AS.

"Presiden Trump meminta negara asing mengintervensi proses pemilu kita yang demokratis, menyalahgunakan kekuasaannya untuk mengamankan kemenangan di pilpres mendatang," dakwanya.

Ketua Komite Intelijen DPR AS itu melanjutkan, Trump menekan Ukraina menggunakan bantuan militer senilai 391 juta dollar AS, atau Rp 5,3 triliun.

Schiff mengklaim, presiden 73 tahun itu jelas menahan bantuan militer guna mendapatkan bantuan untuk periode keduanya.

"Dalam kata lain, ini sama saja dengan menipu," kecamnya.

Selain Schiff, enam manajer pemakzulan lain yang semuanya adalah anggota House of Representatives dari Partai Demokrat ikut mendakwa Trump.

Schiff, yang dikenal sebagai pengkritik keras presiden dari Partai Republik itu, menghabiskan lebih dari empat jam membeberkan "dosa-dosa" sang presiden kenapa dia layak dimakzulkan.

“Jika Senat menolak menyatakan bersalah dan melengserkan Presiden Trump, perbuatan kriminalnya akan menjadi preseden buruk bagi presiden-presiden ke depannya yang dapat berbuat seenaknya tanpa akuntabilitas dan pengawasan dari Kongres serta aparat hukum.”

Politisi dari California itu pun mendesak Senat AS agar mengizinkan penambahan dokumen dari Gedung Putih, serta bukti dan saksi baru di sidang.

Sejauh ini, Senat yang dikuasai Republik dengan perbandingan 53 senator menolak mentah-mentah setiap usul yang diajukan Demokrat.

Sementara Gedung Putih beralasan, permintaan manajer pemakzulan dapat merusak hak kerahasiaan yang dimiliki Presiden AS. Hadir dalam Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, Trump dilaporkan memecahkan rekor berkicaunya di Twitter dengan 142 twit dan ritwit dalam sehari, merespons orang yang membela dirinya.

Presiden ke-44 AS itu mengecam Schiff sebagai politisi korup yang membodohi rakyat. Dia juga memuji tim kuasa hukumnya yang menurut dia telah melaksanakan tugas yang baik dengan membelanya di sidang.

Sejauh ini, tidak ada tanda-tanda yang menunjukkan Trump akan dilengserkan. Angka 67 senator yang diperlukan untuk memakzulkan taipan real estat itu hampir pasti tidak akan tercapai.***kps/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 122 kali