cache/resized/89223fafb7193a09af541cb2610486b2.jpg
Jakarta(MedanPunya) Presiden Joko Widodo menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2020 ...
cache/resized/9e51edb2fb71b473d38ba9a7a712fc12.jpg
Washington(MedanPunya) Pemerintah Amerika Serikat tengah menyelidiki intensif apakah virus Corona ...
cache/resized/9a84fa7c035130d22fadbbf8666b577e.jpg
Medan(MedanPunya) Kapolda Sumatera Utara (Sumut) Irjen Martuani Sormin meminta semua pihak mematuhi ...

Beijing(MedanPunya) Pemerintah AS pada Selasa (18/2) mengumumkan lima media China termasuk Xinhua menjadi agen mata-mata pemerintah China setelah mengidentifikasi mereka sebagai agensi yang dikontrol langsung oleh pemerintah Beijing.

Lima media tersebut di antaranya China Global Television Network (CGTN), China Radio International, China Daily, Hai Tian Development USA dan Xinhua.

Kelimanya dianggap sebagai media asing yang harus mendaftarkan diri mereka ke Departemen Pemerintah AS selayaknya kedutaan dan konsulat negara asing lainnya.

Berdasarkan keterangan pejabat AS, kelima media yang disebutkan dianggap memenuhi segala definisi tentang misi asing di bawah Tindakan Misi Asing. Pendeknya, secara substansi mereka secara efektif dikontrol oleh pemerintah asing (luar AS).

"Mereka secara efektif dikontrol oleh pemerintah China." Ungkap pejabat tersebut.

Xinhua, China Radio, China Daily dan CGTN memang dikontrol langsung oleh pemerintah pusat China. Adapun Hai Tian berbasis di New York merupakan agen distribusi untuk People's Daily, sebuah koran resmi yang dipimpin oleh Partai Komunis China.

Pemerintah AS bergerak mengikuti peringatan pejabat pemerintah dan pembuat hukum tentang adanya ancaman dari pemerintah China terhadap keamanan nasional AS.

Perubahan status juga mewajibkan mereka mendeklarasikan saham real-estate mereka di AS kepada Departemen Pemerintah dan memohon persetujuan jika ada tagihan tambahan lain.

Pada sabtu (15/2) Menteri Pertahanan AS, Mark Esper dan Menteri Dalam Negeri Mike Pompeo menggunakan Konferensi Keamanan Munich sebagai rujukan atas "arahan salah" yang dilakukan Presiden Xi Jinping.

Pompeo membandingkan Beijing dengan Moskwa dan Tehran dengan mengatakan bahwa Pemerintah China merupakan ancaman kepada Eropa dan juga AS.

Pada 7 Februari, sebanyak 35 Senator Politisi Partai Republik dan perwakilannya menulis kepada Kejaksaan Jenderal William Barr untuk meminta investigasi terhadap China Daily dan melabeli media itu sebagai agen asing.

Surat yang dilayangkan kepada Departemen Pengadilan bertujuan untuk "Menolak Keras Propaganda China", dengan menginvestigasi media China Daily sebagai media yang "berperan penting dalam kampanye disinformasi asing China" dan melabelinya dengan "kekerasan berulang" terhadap hukum AS mewajibkan pendaftaran lobby asing dan menyediakan laporan yang rinci terkait aktivitas penjualan mereka.

Di dalam surat itu pula ditulis bahwa media China Daily memiliki peran penting pada kampanye disinformasi asing China membutuhkan penyelidikan menyeluruh.

Surat tersebut ditulis oleh Senator Tom Cotton dan perwakilannya, Jim Banks serta ditandatangani oleh tujuh Pembuat Hukum Partai Republik lainnya.

Media berita telah menjadi lebih dari satu tempat beradunya AS dan China dalam perdagangan, teknologi, pertahanan dan pendidikan dibandingkan lainnya.***kps/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 121 kali