cache/resized/89223fafb7193a09af541cb2610486b2.jpg
Jakarta(MedanPunya) Presiden Joko Widodo menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2020 ...
cache/resized/9e51edb2fb71b473d38ba9a7a712fc12.jpg
Washington(MedanPunya) Pemerintah Amerika Serikat tengah menyelidiki intensif apakah virus Corona ...
cache/resized/9a84fa7c035130d22fadbbf8666b577e.jpg
Medan(MedanPunya) Kapolda Sumatera Utara (Sumut) Irjen Martuani Sormin meminta semua pihak mematuhi ...

Teheran(MedanPunya) Presiden Iran, Hassan Rouhani mengungkapkan adanya tekanan tinggi dari kampanye Pilpres AS 2020 membuat Presiden Donald Trump enggan perang dengan mereka.

Presiden Rouhani mengatakannya pada Minggu (16/2) bahwa kebijakan tekanan tinggi yang ditujukan pada isolasi negara Iran telah gagal.

Dia mengklaim bahwa Presiden Trump tidak mau berperang dengan Iran karena takut akan mempengaruhi pemilihannya di Pilpres AS, November mendatang.

Rouhani mengatakan bahwa rezimnya tidak akan bernegosiasi dengan administrasi Trump jika AS mengembalikan kesepakatan nuklir Iran.

Negosiasi tersebut berada pada saat pemerintahan Obama dan, dan berakibat pada sanksi yang menjatuhkan dan membuat kelumpuhan ekonomi.

Pekan lalu, delapan senator dari Partai Republik beriringan dengan Partai Demokrat mendukung pengesahan pengetatan kemampuan Trump untuk melancarkan misi perang dengan iran, dalam upaya langka bipartisan.

Pembuat Undang-Undang AS merefleksikan adanya kemungkinan tegangan yang tinggi antara Iran dan AS dan mampu menimbulkan perang. Presiden Rouhani mengatakan,

"Saya pikir orang Amerika tidak ingin berperang sejak mereka tahu hal itu sangat berbahaya bagi mereka jika melakukannya."

Negosiasi, menurut Rouhani akan bisa dilakukan jika pihak AS membatalkan sanksi kerusakan ekonomi dan mengembalikan komitmen yang telah dibuat pada Rencana Komprehensif Gabungan yang telah dilakukan Presiden AS sebelumnya, Obama.

Hal ini dikarenakan Trump kerap menolak kesepakatan tersebut. Sebagai presiden dia telah mendorong keluar persetujuan publik AS dan memilih Iran untuk menyerahkan kemampuan nuklirnya agar bebas dari sanksi kerusakan ekonomi.

Hubungan AS- Iran semakin tegang sejak awal Januari drone milik AS membunuh Jenderal Qassem Soleimani. Pihak Iran juga telah membalas serangan tersebut ke pangkalan militer AS di Irak yang menyebabkan lebih dari 100 tentara AS cedera otak.

Namun bagaimanapun, Trump berulangkali tampak ingin berdiskusi dengan Iran. Dan di sisi lain, Departemen Dalam Negeri AS tidak merespon cepat atas permintaan media akan komentar AS terkait pernyataan Rouhani.

Presiden Rouhani sendiri enggan menyampaikan minatnya terkait pemilihan presiden AS. Menurutnya, tidak ada perbedaan signifikan antara partai Demokrat dan partai Republik. Iran hanya peduli tentang isu dalam negerinya, begitu ungkap Rouhani.

"Kami tidak akan pernah berdiskusi satu meja dengan orang di posisi lemah," Pungkas Rouhani.***kps/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 119 kali