cache/resized/89223fafb7193a09af541cb2610486b2.jpg
Jakarta(MedanPunya) Presiden Joko Widodo menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2020 ...
cache/resized/9e51edb2fb71b473d38ba9a7a712fc12.jpg
Washington(MedanPunya) Pemerintah Amerika Serikat tengah menyelidiki intensif apakah virus Corona ...
cache/resized/9a84fa7c035130d22fadbbf8666b577e.jpg
Medan(MedanPunya) Kapolda Sumatera Utara (Sumut) Irjen Martuani Sormin meminta semua pihak mematuhi ...

Jakarta(MedanPunya) Sepasang wanita yang dikenal sebagai Fad dan Nanz membuat heboh Arab Saudi usai mengakui bahwa mereka adalah penyuka sesama jenis atau lesbian. Keduanya pun terancam hukuman mati usai mengatakan hal tersebut dalam sebuah acara televisi.

Keduanya tampil dalam sebuah acara televisi bernama 'Jaafar Talk' dalam momen khusus perayaan Hari Valentine kemarin. Mereka memakai alias sebagai Fad dan Nanz, dan pada sebuah segmen keduanya menceritakan bagaimana mereka jatuh hati setelah bertemu di Snapchat.

Keduanya pun menjalin hubungan secara rahasia hingga akhir Nanz mulai yakin dengan seksualitasnya itu dan membuat beberapa kerabatnya mulai curiga karena dirinya selalu menolak setiap pria yang dikenalkan kepadanya.

Setelah memutuskan untuk tinggal bersama, keduanya pun meninggalkan Arab Saudi pada Agustus 2018 dan menetap di Inggris hingga saat ini.

Usai membuat heboh dengan pengakuannya tersebut, keluarga Nanz pun memilih bungkam dan memutuskan hubungan dengan dirinya. Berdasarkan hukum yang berlaku di Arab Saudi, kini keduanya diancam hukuman mati oleh pihak otoritas di sana.

Namun keduanya mengaku lega usai menyampaikan hal tersebut dan memilih meninggalkan negaranya demi kebebasan dalam hubungannya dan tak lagi takut dengan hukuman mati.

Hasil wawancara pihak televisi tersebut pun menjadi bahan perbincangan para netizen di sana. Beberapa mendukung keputusan Fad dan Nanz.

"Semua orang harusnya bebas melakukan apa yang mereka inginkan," tulis netizen.

"Tubuh dan emosi mereka bukan urusan kita. Mereka menikmati kebebasan yang diberikan untuk mereka dengan hak asasi manusia secara global dan terimakasih kepada negara yang melindungi mereka," tulis lainnya.

Namun adapula yang menyebut tindakan keduanya adalah hal yang tak penting dan bodoh.

"Pada akhirnya itu adalah pilihan mereka, namun kenapa mereka harus melakukannya di televisi? Aku pikir itu bukanlah hal yang penting," tulis lainnya.***dtc/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 122 kali