cache/resized/89223fafb7193a09af541cb2610486b2.jpg
Jakarta(MedanPunya) Presiden Joko Widodo menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2020 ...
cache/resized/9e51edb2fb71b473d38ba9a7a712fc12.jpg
Washington(MedanPunya) Pemerintah Amerika Serikat tengah menyelidiki intensif apakah virus Corona ...
cache/resized/9a84fa7c035130d22fadbbf8666b577e.jpg
Medan(MedanPunya) Kapolda Sumatera Utara (Sumut) Irjen Martuani Sormin meminta semua pihak mematuhi ...

Washington(MedanPunya) AS melalui Menteri Luar Negeri Mike Pompeo menyatakan, masa "pengurangan kekerasan" tujuh hari dengan Taliban sudah dimulai. Jika mulus terlewati, Pompeo menyatakan bahwa mereka akan bersiap untuk menandatangani fase pertama kesepakatan pada 29 Februari mendatang.

Kesepakatan ini akan menjadi momen bersejarah yang bertujuan untuk mengakhiri konflik yang hampir mendekati dua dekade tersebut.

Masa "pengurangan kekerasan" selama sepekan terjadi setelah lebih dari setahun negosiasi yang dilakukan antara perwakilan AS dan Taliban.

"Ini merupakan langkah terpenting dalam sebuah jalan panjang perdamaian," jelas Menlu Pompeo.

Dalam pernyataannya, kelompok pemberontak Afghanistan itu menuturkan mereka bakal menciptakan situasi keamanan sekondusif mungkin jelang penandatanganan.

Mereka berharap jika sukses, perjanjian itu bakal membawa landasan perdamaian ke seluruh Afghanistan yang dimulai dari penarikan seluruh pasukan asing.

Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg menyambut baik langkah ini, dan menuturkan bola kini ada di tangan Taliban untuk menurunkan ketegangan dan kekerasan.

"Ini adalah momen kritis bagi keinginan Taliban untuk menurunkan kekerasan, mempunyai niat baik untuk berkontribusi terhadap perdamaian," terangnya.

Sementara pemerintahan Afghanistan, yang sempat disibukkan dengan polemik hasil pemilu September, tidak dilibatkan dalam tim negosiasi.

Pompeo mengatakan, negosiasi internal negara itu bakal berlangsung setelah 29 Februari, dengan kemungkinan mengambil tempat di Doha.***kps/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 177 kali