cache/resized/9a84fa7c035130d22fadbbf8666b577e.jpg
Medan(MedanPunya) Kapolda Sumatera Utara (Sumut) Irjen Martuani Sormin meminta semua pihak mematuhi ...
cache/resized/2b2c034cf620b2a0f357c14287c0a073.jpg
Washington(MedanPunya) Otoritas Amerika Serikat (AS) resmi mendakwa Presiden Venezuela, Nicolas ...
cache/resized/de63f0d2a22d502cee5872cc2ecad34c.jpg
MedanPunya - Menyusul ponsel orang terkaya dunia, Jeff Bezos, diretas melalui file video yang ...

Dhaka(MedanPunya) Sebuah acara doa bersama untuk melawan virus Corona yang dihadiri puluhan ribu orang memicu kemarahan publik di Bangladesh. Acara doa ini digelar saat Bangladesh melaporkan kematian pertama akibat virus Corona.

Kepala kepolisian setempat, Tota Miah, menyatakan sekitar 10 ribu warga muslim berkumpul di area terbuka di kota Raipur, Bangladesh bagian selatan pada Rabu (18/3) waktu setempat, untuk membaca 'ayat-ayat penyembuh' dari Alquran demi menghilangkan virus Corona dari Bangladesh.

"Mereka membaca ayat Shifa (Al-Syifa) setelah subuh untuk membebaskan negara ini dari virus Corona," tutur Miah.

Pihak penyelenggara mengklaim jumlah orang yang hadir mencapai 25 ribu orang.

Lebih lanjut disebutkan oleh Miah bahwa pihak penyelenggara tidak mendapatkan izin dari otoritas setempat untuk menggelar acara itu.

Foto-foto yang menunjukkan lautan manusia yang menghadiri acara itu beredar luas di media sosial, dengan para netizen mengecam banyaknya orang yang hadir dalam acara itu.

Pada Rabu (18/3) waktu setempat, otoritas Bangladesh mengumumkan kematian pertama akibat virus Corona di wilayahnya. Seperti dilansir BanglaNews24, satu korban meninggal itu merupakan seorang pria berusia 70 tahun yang mengalami masalah jantung, penyakit tekanan darah tinggi, penyakit ginjal dan diabetes.

Sejauh ini sudah 14 kasus virus Corona terkonfirmasi di Bangladesh, dengan tiga orang di antaranya dinyatakan telah sembuh. Para pakar medis setempat mengkhawatirkan tidak adanya pemeriksaan yang cukup terkait virus Corona.

Otoritas Bangladesh telah menutup sekolah-sekolah dan meminta otoritas setempat untuk menghindari acara-acara perkumpulan yang dihadiri banyak orang dalam upaya menghentikan penyebaran virus Corona.

"Sulit dipercaya bagaimana mereka melakukannya tanpa memberitahu polisi? Mereka akan bertanggung jawab jika terjadi sesuatu pada orang-orang di wilayah ini," bunyi komentar salah satu pengguna Facebook bernama Abdur Rahman.***dtc/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 35 kali