cache/resized/89223fafb7193a09af541cb2610486b2.jpg
Jakarta(MedanPunya) Presiden Joko Widodo menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2020 ...
cache/resized/9e51edb2fb71b473d38ba9a7a712fc12.jpg
Washington(MedanPunya) Pemerintah Amerika Serikat tengah menyelidiki intensif apakah virus Corona ...
cache/resized/9a84fa7c035130d22fadbbf8666b577e.jpg
Medan(MedanPunya) Kapolda Sumatera Utara (Sumut) Irjen Martuani Sormin meminta semua pihak mematuhi ...

Baghdad(MedanPunya.Com) Seorang pengacara perempuan Irak yang juga aktivis persamaan hak perempuan, tewas dibunuh oleh militan ISIS setelah ditahan dan disiksa selama berhari-hari.

Komisioner hak asasi manusia (HAM) PBB Zeid Ra’ad al-Hussein, mengatakan pengacara yang bernama Sameera Salih Ali al-Nuaimy itu diculik dari rumahnya dan disiksa selama lima hari sebelum dieksekusi mati.

Sameera dibawa paksa dari rumahnya di Mosul, Irak, pada 17 September, terkait dengan kecamannya di media sosial Facebook, atas kekejaman ISIS.

Dia kemudian dinyatakan bersalah karena pemurtadan agama di pengadilan syariat dan ditembak mati di depan publik, Senin, 22 September. ISIS melarang suami dan keluarganya untuk memakamkan secara layak.

Pengawas PBB di Irak mengatakan telah menerima banyak laporan penculikan dan eksekusi perempuan oleh militan ISIS, terutama perempuan yang berpendidikan. Sedikitnya 8.493 warga sipil dilaporkan dibunuh oleh militan ISIS, hanya di Irak saja. Namun PBB menyebut jumlahnya bisa jauh lebih besar, mengingat banyak daerah yang masih sulit diakses.***vv/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 1261 kali